Polri Dilarang Pamer Kemewahan

Perihal Larangan Tampil Mewah, Polwan Diminta Jangan Jadi Toko Emas Berjalan, Cukup Satu Cincin

Polwan maupun PNS wanita di lingkungan kerja Polri diimbau untuk tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.

IST
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perintah Kapolri dalam Surat Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/30/XI/HUM 3.4/2019/DIVPROPAM tanggal 15 November 2019 secara garis besar melarang Polri pamer hidup mewah. Polda Sumsel sendiri mulai menerapkan aturan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, menuturkan perintah Kapolri untuk seluruh jajaran sudah disampaikan dan dipatuhi seluruh personil.

Polri Dilarang Pamer Kemewahan, Kabid Humas Polda Sumsel Anggap Sekelas Pajero Masih Ditoleransi

Ketika disinggung mengenai tidak boleh bergaya hidup mewah atau memamerkan barang mewah baik di masyarakat maupun saat berdinas, Supriadi mencontohkan seperti mobil.

Anggota tidak diperbolehkan membawa mobil yang terlalu mencolok atau berbeda dari anggota lainnya.

Seperti mobil Toyota Alphard atau sekelasnya dan mobil mewah lainnya.

Larangan Hidup Mewah di Kalangan Polri, Anggota Ditlantas Polda Sumsel Ini Bisa Menerima

"Kalau Kijang Innova, masih dibilang standar. Mitsubishi Pajero atau Toyota Fortuner juga masih toleransilah, karena biasanya yang menggunakan mobil itu sekelas direktur atau Kasubdit.

Kalau anggota, kebanyakan sekarang pakai motor," ujarnya.

Bukan hanya tunggangan sehari-hari yang akan menjadi bahan perhatian dari peraturan ini.

Supriyadi mengatakan perhiasan yang kerap melekat di tubuh perempuan juga akan jadi bahan perhatian.

Personil wanita dilarang menggunakan perhiasan yang berlebihan. Walaupun, suaminya seorang pengusaha dan bukan dari jajaran anggota. Saat berdinas atau bersosialisasi di masyarakat tidak menonjolkan diri dengan penampilan yang glamor.

Langgar Aturan Pamer Gaya Hidup Mewah, Status Polri Bisa Dicabut Hingga Kurungan Penjara

Tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan, baik ketika bersosialisasi dengan masyarakat maupun berdinas. Karena, bila mengenakan perhiasan yang dikenakan terlalu glamor dapat menimbulkan fitnah atau kecurigaan.

"Kalau pakai cincin, seadanya saja. Satu cincin sudah cukup, jangan penuh cincin dan gelang itu juga tidak bagus. Jangan seperti toko emas berjalan.

Yang pria, pakai jam yang standar. Jangan nanti menonjolkan jam merk mahal, padahal hanya personil biasa," ungkapnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved