Berita Lahat

Warga, Unsur Tripika dan BKSDA Giring Harimau Masuk Hutan Lindung, Hingga Pasang Kandang Jebakan

Warga bersama jajaran unsur Tripika, BKSDA akan berusaha menggiring hewan buas tersebut masuk kedalam hutan lindung sambil memasang kandang jebakan.

Warga, Unsur Tripika dan BKSDA Giring Harimau Masuk Hutan Lindung, Hingga Pasang Kandang Jebakan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Warga saat memasang kandang jebakan harimau di desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Kabupaten Lahat, Selasa (19/11/19). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT  - Dua hari pasca meninggalnya Kuswanto (48) warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, akibat tewas diterkam harimau warga setempat masih resah dan takut harimau kembali masuk ke pemukiman.

Terlebih, seekor kambing juga diduga sudah menjadi korban keganasan hewan bernama latin panthera tigris sumatrae ini.

Untuk mencegah satwa dilindungi tersebut masuk hingga membahayakan, warga bersama jajaran unsur Tripika, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan berusaha menggiring hewan buas tersebut masuk kedalam hutan lindung (HL).

Tak hanya itu, tim gabungan tersebut juga berencana memasang kandang jebakan.

Hal tersebut seperti dikatakan Camat Tanjung Sakti Pumi, Awang Firmansyah SSos.

"Ya rencanya BKSDA, warga dan unsur tripika akan masuk ke hutan yang hanya berjarak 1 KM dari pemukiman warga. Hal itu dimaksudkan untuk menggiring harimau kembali masuk ke Hutan lindung,”terangnya, Selasa (19/11).

Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten OKI Banyak Calon masih Keluarga hingga Bapak Lawan Anak

Vanessa Angel Sangat Terpukul Tahu Cecep Reza Meninggal Usai Sesi Foto Bersamanya

HD Siapkan Hadiah Umroh Gratis untuk Peserta Jalan Sehat PWI

Ditambahkanya hal itu akan dilakukan sebagai upaya agar harimau tidak melakukan teror kepada warga dan sebaliknya jika harimau sudah pergi warga bisa kembali beraktifitas ke kebun.

Namun demikian, untuk saat ini kepada warga diimbau jangan dulu beraktifitas di kebun.

“Sejauh ini, kondisi belum aman, kami (Tripika) sudah mengimbau kepada kepala desa (kades), supaya penduduk untuk tidak berkebun dahulu,” terang Awang.

Sementara itu, Kades Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Lahat, Sumadi, menuturkan warga sendiri sudah memasang kandang jebakan.

"Ya sejauh ini warga kita masih taku- takut. Sebab belum ada kepastian terkait keberadaan harimau tersebut, "ujarnya.

Terpisah, Kepala BKSDA Wilayah ll Lahat, Martialis, menuturkan jika pihaknya juga sudah menyiapkan kandang jebakan dan kini dalam perjalanan ke lokasi.

“Kita sudah membuat jebakan kandang. Jika memang harimau tersebut masuk jebakan bisa dilakukan evakuasi. Ini juga untuk memastikan keberadaan harimau, " ujarnya. Cr22 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved