Berita Palembang

Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Katim Hergon Amankan Petani Penyadap Karet, Barang Bukti Senpira!

Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Katim Hergon Amankan Petani Penyadap Karet, Barang Bukti Senpira!

Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Katim Hergon Amankan Petani Penyadap Karet, Barang Bukti Senpira!
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Katim Hergon Amankan Petani Penyadap Karet, Barang Bukti Senpira! 

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Katim Hergon Amankan Petani Penyadap Karet, Barang Bukti Senpira!

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Seorang petani penyadap karet diamankan oleh tim Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel, Jumat (15/11/2019)

Yahuza alias Ucok (37) diamankan pada saat operasi Senpi (Senjata Api) Musi 2019 di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat pelaku terjaring dalam operasi tersebut

"Pelaku ini kami tangkap terkait kepemilikan senjata api rakitan kami tangkap dalam operasi Senpi yang kami temukan ada di pinggang dan rencananya akan dijual," ujar Kanit 1 Subdit Jatanras Polda Sumsel Kompol Antoni Adi melalui Katim Opsnal Aiptu Heri Kusuma Jaya yang dikenal Katim Hergon, Sabtu (16/11/2019)

Ia menambahkan bahwa pelaku ditangkap tak jauh dari lapangan golf Pertamina daerah Pali yang mana penangkapan itu dipimpin Kompol Antoni Adhi. Dan sepucuk senjata api tersebut merupakan jenis revolver dan tiga butir peluru aktif.

Dicap Reino Barack Arogan, Video Ini Jadi Bukti Tunjukkan Sifat Asli Luna Maya ke Pelayan Restoran

Video: Seorang Penyadap Diamankan Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel Karena Kepemilikan Senpi

Pasha Ungu Terperangah Lihat Jenderal Polisi Ini, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis Mendadak Bongkar

Syahrini Ketahuan Bangkainya, Istri Reino Bongkar Aib Sendiri, Bukti Luna Maya Ditikung Terkuak!

Sementara itu, saat ditemui di unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel Ucok mengaku senjata itu rencananya akan dijual sebesar Rp 3 juta rupiah namun belum dibayar full.

"Senjata ini aku dapet dari teman aku Anang rencananya akan dijual dengan bandar judi bernama Supran. Dia (Supran) mau beli denfan harga Rp 3 juta, tapi baru diransfer 500 ribu," kata Ucok.

Dari keterangannya alasan Ucok menjual senjata api karena tergiur dengan harga yang diberikan, karena dari profesinya sebagai penyadap karet lama dapatnya

"Baru kali ini aku jual itu (Senpi) karena dia juga berani bayar besar. Terus jugo nungguin karet lama dan kecil,"kata Ucok

Atas perbuatannya, pelaku kini terancam Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. Ucok terancam hukuman penjara 15 tahun.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved