Human Interest Story

Meski Gagal Ginjal Dakwah tak Surut, Wasiat Ust Taufik Ingin Dimakamkan di Gelabak

Meski divonis gagal ginjal sejak satu tahun lalu, Ust Taufik Hasnuri tak menyerah. Ia pun harus bolak balik masuk rumah sakit, ia tetap berdakwah.

Meski Gagal Ginjal Dakwah tak Surut, Wasiat Ust Taufik Ingin Dimakamkan di Gelabak
SRIPOKU.COM/Nisya
Jenazah Ustaz Taufik Hasnuri yang diantar ribuan jemaah saat tiba di Masjid Agung Palembang yang kini nama masjid telah diganti menjadi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Jayo Wikramo. 

MESKI divonis gagal ginjal sejak satu tahun lalu, Ust Taufik Hasnuri tak menyerah. Ia pun harus bolak balik masuk rumah sakit, ia tetap berdakwah.

Ustadz Taufik Hasnuri wafat pada usia 45 tahun, Almarhum mengidap penyakit gagal ginjal sejak lebih dari satu tahun yang lalu dan saat ini meninggalkan seorang istri serta empat orang anaknya bahkan anak yang nomor dua masih duduk dibangku kelas 3 SD.

Haji Abdul Roni, sebagai mertua almarhum Ustadz Taudik Hasnuri mengatakan, selama satu bulan terkahir, Almarhum dirawat di Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang sampai dengan hari ini Kamis (14/11/2019) dikabarkan meninggal sekitar pukul 08:40 WIB.

Diketahui juga alamat tempat tinggal Almarhum di Jalan Ki Kms H Abdullah Azhary (Ki Pedatuan) Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

"Beliau sangat senang mengajar agama sambil berdakwah, saat ini beliau meninggalkan seorang istrinya Hj. Maleni dan empat orang anaknya yang semuanya laki-laki, dan ini anaknya yang nomor dua Azka Munawar masih kelas 3 SD," terang H. Roni dengan mata berlinang didampingi cucunya.

Hal lain yang diungkapkannya, bahwa satu tahun lebih almarhum mengidap penyakit gagal ginjal.

"Sudah satu tahun setengah mengidap gagal ginjal, tapi sering bolak balik masuk rumah sakit, ya di rawat jalan," kata Roni sembari mengusap air matanya yang menetes.

Selain itu, almarhum Taufik Hasnuri juga memiliki beberapa pondok padepokan dengan harapan para muridnya bisa berdakwah seperti dirinya.

"Beliau punya padepokan di 12 Ulu ini yaitu Rodatul Ilmi, selain itu di desa Gelabak Dalam kabupaten Banyuasin dan Desa Sukadarma OKI, beliau juga punya wasiat kalau meninggal minta dimakamkan di Desa Gelabak Dalam Banyuasin," jelasnya.

Selain dikenal masyarakat sebagai tokoh agama, almarhum Ustadz Taufik Hasnuri juga sangat dikenal mertuanya sebagai orang yang sangat paham tentang urusan agama, bahkan almarhum banyak mendirikan Majelis Pondok Padepokan dengan harapan para muridnya bisa berdakwah seperti dirinya.

"Dia (Alm) sangat paham betul tentang urusan agama, hobinya memang suka mengajar agama sambil berdakwah, itulah sebabnya masyarakat sangat senang dengannya," terang Haji Abdul Roni dengan mata yang berlinang sebagai mertua dari Almarhum Ustadz Taufik Hasnuri.

Selain itu, H. Roni menyampaikan bahwa almarhum memiliki beberapa pondok padepokan yang didirikannya.

"Majelis Rodatul Ilmu di 12 Ulu Palembang, di desa Gelebak Dalam, kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, dan di Desa Sukadarma, OKI," ungkapnya sambil menahan tangis.

Kemarin masyarakat Kota Palembang memadati Masjid Agung Palembang untuk ikut mensalatkan almarhum, meskipun rintik hujan terus mengguyur kota Palembang mulai siang hari, semangat masyarakat tidak surut. (cr11)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved