Breaking News:

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Meninggal Mendadak?

Ketika terjadi komplikasi penyakit diabetes bisa meningkatkan risiko meninggal mendadak. Komplikasi bisa terjadi ketika penyandang diabetes tidak

sripoku.com/herwis
Ilustrasi - Komplikasi bisa terjadi ketika penyandang diabetes tidak mengontrol penyakitnya, sehingga kondisi tersebut memengaruhi kerja organ tubuh lainnya. Akibatnya kondisinya semakin memburuk dan mengganggu organ penting lain di dalam tubuh. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Ketika terjadi komplikasi penyakit diabetes bisa meningkatkan risiko meninggal mendadak.

Komplikasi bisa terjadi ketika penyandang diabetes tidak mengontrol penyakitnya, sehingga kondisi tersebut memengaruhi kerja organ tubuh lainnya. Akibatnya kondisinya semakin memburuk dan mengganggu organ penting lain di dalam tubuh.

Apa saja komplikasi penyakit diabetes yang menyebabkan kematian? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penderita Diabetes di PALI Capai Ratusan Orang, Berikut Gejala dan Tips Menghindarinya

Kurang Kesadaran, Penderita Diabetes di Indonesia Meningkat Terus

Konsultan Metabolik Endokrin Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM menyebutkan, ada dua jenis komplikasi diabetes, yakni komplikasi akut dan komplikasi kronis.

Komplikasi akut artinya terjadi secara mendadak, sementara dampak komplikasi kronis baru dirasakan bertahun-tahun kemudian akibat hiperglikemi yang berkelanjutan.

Komplikasi akut dibagi lagi menjadi dua, yaitu hipoglikemi dan hiperglikemi.

Hipoglikemi terjadi ketika gula darah rendah hingga mencapai di bawah 60 mg/dL, sementara hiperglikemi terjadi ketika gula darah tingginya di atas 300 mg/dL.

"Gula darah stabil jika gula darah sebelum makan tidak lebih dari 120, maksimal 130. Setelah makan jangan lebih dari 180," katanya dalam diskusi bertajuk "Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia" di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Eliana menambahkan, glukosa merupakan satu-satunya sumber energi yang bisa dipergunakan oleh otak.

Jika bahan bakar tersebut tidak ada atau turun hingga di bawah 60 mg/dL, maka otak tidak akan bisa bekerja optimal.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved