Sumsel Waspada Bencana Alam
BREAKING NEWS Hujan Lebat Disertai Petir Landa Sumsel, Waspada Bencana Alam
BMKG memprediksi Jumat (15/11/2019) akan turun hujan deras dan disertai petir. Beberapa daerah di Sumsel rawan banjir dan longsor.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Refly Permana
Laporwan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Provinsi Sumsel, Jumat (15/11/2019). Dari prakiraan BMKG, sebanyak 7 daerah di Sumsel diprediksi bakal diterpa cuaca buruk hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Adapun daerah yang diprediksi terkena cuaca buruk hari ini yakni Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau dan Musi Banyuasin.
• Serahkan Bantuan Korban Bencana Alam di Sindang Panjang Lahat, HD Semangati Warga agar Setia Bertani
Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan daerah yang diprediksi terkena cuaca buruk diharapkan dapat memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang dengan durasi singkat pada siang hingga sore hari akan menerpa Sumsel hari ini," ujarnya.
• Sumsel Rawan Bencana Alam, Personel Basarnas Palembang Lakukan Pemetaan dan Siap Siaga 24 Jam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel telah memetakan daerah di Bumi Sriwijaya yang rawan terkena bencana alam memasuki musim hujan tahun 2019.
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah mengatakan untuk daerah rawan bencana banjir, umumnya berada di wilayah hulu Sumsel, seperti; Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan OKI.
Kemudian, wilayah yang berpotensi longsor meliputi Kabupaten Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, dan OKU Selatan.
• Puncak Musim Hujan Bulan Maret, BMKG Imbau Warga Waspada Potensi Bencana Alam
"Pada musim hujan ini daerah dataran tinggi dan hulu Sumsel rentan terkena bencana alam banjir dan longsor," ujarnya, Jumat (15/11/2019).
Ia menjelaskan, pemetaan wilayah rawan bencana tersebut untuk menyiagakan personel dan peralatan baik dari BOBD, Dinas Sosial, Dinas PU, serta instansi terkait lainnya dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam.
“Dengan pemetaa ini kita bisa melakukan persiapan sejak jauh hari. Mulai dari Sumber Daya Manusia hingga peralatan bila terjadi bencana," jelas Iriansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-5.jpg)