Sumsel Waspada Bencana Alam

4 Kecamatan di Banyuasin Rawan Banjir, Wilayah Perairan Pesisir Pantai Waspadai Angin Kencang

Empat dari 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuasin, masuk kecamatan rawan banjir yang harus diwaspadai menghadapi musim penghujan tahun ini.

4 Kecamatan di Banyuasin Rawan Banjir, Wilayah Perairan Pesisir Pantai Waspadai Angin Kencang
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kepala BPBD Banyuasin Ir H Alpian 

Lasporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Empat dari 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuasin, masuk kecamatan rawan banjir yang harus diwaspadai menghadapi musim penghujan tahun ini.

Keempat kecamatan rawan banjir yang dimaksud yakni Kecamatan Rantau Bayur, Pulau Rimau, Banyuasin III, dan Kecamatan Talang Kelapa.

Namun, yang harus lebih diwaspadai di wilayah perairan pesisir pantai karena rawan bencana alam angin kencang seperti angin puting beliung pascapergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

Kepala BPBD dan Kesbangpol Banyuasin, Ir H Alpian menghimbau, kepada pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan agar selalu waspada menghadapi pergantian musim. Sebab, sering terjadi bencana alam seperti, datangnya angin kencang.

"Kita belum bisa memprediksi wilayah mana yang akan terjadi bencana alam. Yang kita harapkan wilayah Kabupaten Banyuasin, agar dijauhkan dari bencana-bencana tersebut," kata Alpian.

Tergiur Iklan Lelang Emas di Akun Facebook Teman SMA, Agus Tertipu dan Rugi Rp 21 Juta

Ruas Tol Kayuagung-Palembang Diminta Berfungsi saat Natal dan Tahun Baru, Diresmikan Tahun 2020

Kabupaten PALI Terancam Terisolir, Jembatan Alternatif Penghubung Antar Kabupaten Nyaris Ambruk

Alpian mengakui baru-baru ini angin puting beliung terjadi di wilayah Banyuasin dan menyapu 85 unit rumah di Kecamatan Muara Telang.

"Untuk masyarakat di Kecamatan Muara Telang, Sumber Marga Telang, Banyuasin I, Banyuasin II, Rambutan, dan Rantau Bayur, juga harus waspada," ujar Alpian.

Imbauan waspada bencana alam ini kata Alpian juga ditujukan kepada seluruh masyarakat di Banyuasin.

Menurutnya, kewaspadaan kemungkinan munculnya cuaca ekstrem yang biasa turun dipertengahan November dan Desember tahun ini, akan diwarnai hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

"Cuaca ekstrem biasanya akan banyak terjadi di masa transisi dari kemarau ke hujan," ungkap Alpian serius mengingatkan warga yang biasa berpergian melalui jalur sungai dan laut agar melihat kondisi cuaca.

Terkait persiapan maupun antisipasi akan terjadinya bencana alam di Banyuasin, pemerintah mengajak masyarakat berdoa agar Banyuasin, Sumatera Selatan umumnya Indonesia tidak terjadi bencana alam.

"Yang jelas persiapan kita menyampaikan imbauan untuk berhati-hati dan jangan menutupi resapan air yang bisa menyebabkan kebanjiran," tandasnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved