Human Interest Story

Perjuangan Siswa SDN 152 Gandus Menuntut Ilmu, Seberangi Sungai Tanpa Didampingi Orangtua

Di saat musim hujan, wilayah ini sulit dibedakan antara sungai dengan daratan

Perjuangan Siswa SDN 152 Gandus Menuntut Ilmu, Seberangi Sungai Tanpa Didampingi Orangtua
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Siswa SD Negeri 152 Palembang setiap hari harus seberangi sungai agar bisa ikut belajar di sekolah. 

MESKI harus menantang maut mengarungi sungai serta jalur yang ekstrem untuk sampai ke sekolah, siswa SDN 152 Palembang Gandus yang berlokasi di Jalan Selat Lunai RT 25 Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus tak kenal takut. Dalam keadaan apapun sungainya tetap mereka seberangi untuk menempuh pendidikan.

******

Di saat musim hujan, wilayah ini sulit dibedakan antara sungai dengan daratan. Hal tersebut karena air sungai meluap hingga jauh ke pemukiman warga. Air mencapai bawah rumah warga yang berdesain panggung.

"Kalau arus sungai normal, maka mereka menyeberang sendiri dengan lebar sekitar 100 meter tanpa didampingi orangtua. Anak-anak di daerah ini sudah biasa nyeberang sungai," kata Kepala SDN 152 Palembang Dra Wina Kartika MSi, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, di sekolah tersebut ada sebanyak 73 siswa dari kelas 1-6 dengan jumlah tenaga pengajar 8 orang, ditambah satu penjaga sekolah. Empat orang guru diantaranya berstatus PNS yang sudah sertifikasi, termasuk kepala sekolah.

Sedangkan 4 orang guru lainya berstatus guru honorer K2, bahkan ada yang sudah bertugas hingga 20 tahun tapi belum juga diangkat menjadi PNS atau status yang lebih baik lainya.

"Di SDN ini tidak seperti sekolah di kota masuk pukul 06.40 karena terkendala transportasi, untuk menuju ke sekolah ini hanya bisa menggunakan perahu ketek. Dari pelabuhan PT Gandus ke sini memakan waktu sekitar 30 menit lebih sehingga waktu belajar di sini baru mulai pukul 07.30 itu pun kalau lancar,” jelasnya.

Sedangkan untuk waktu belajar mengajar, kelas 1 dan 2 dari pukul 07.30 hingga 10.30 untuk kelas 3, 4, 5, 6 dari pukul 07.30 hingga 12.30. "Kami juga mengalami kendala lain yakni semakin berkurangnya siswa yang masuk ke sekolah ini," ujarnya.

"Namun walaupun begitu melihat semangat anak-anak di SD ini untuk bersekolah sangat tinggi saya juga ikut semangat. Tapi walau begitu saya juga tetap berharap pemerintah bisa memberikan sarana prasarana yang layak dan transportasi yang memadai untuk mereka (siswa)," katanya.

Kedepannya bila memungkinkan dia juga berharap ada angkutan khusus yang disediakan pemerintah untuk mengangkut mereka (para guru) mengajar ke SDN 152 ini.

"Agar waktu belajar mengajar lebih efektif dan efisien sehingga anak-anak mendapatkan pembelajaran lebih proposional, dan memudahkan pejabat pemerintah yang ingin datang melihat kondisi sekolah di sini," ujarnya. (melisa wulandari)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved