Sumsel Duduki Peringkat 9 Porwil

Sumsel mengantongi mengantongi 43 medali dengan rincian 7 emas, 14 perak dan 22 perunggu dari 11 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sumsel Duduki Peringkat 9 Porwil
ISTIMEWA
Tim bulutangkis beregu putra Sumsel saat berdoa sebelum bertanding di Porwil X Bengkulu yang digelar di GOR Universitas Bengkulu 

BENGKULU, SRIPO -- Prestasi Provinsi Sumatera Selatan di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera yang digelar di Bengkulu 3-9 November 2019 jeblok. Jika pada Porwil 2011 di Batam Provinsi Sumsel mampu menjadi juara umum, dan Porwil 2015 di Babel pada runner up, tapi kali ini menduduki peringkat 9.

Sumsel mengantongi mengantongi 43 medali dengan rincian 7 emas, 14 perak dan 22 perunggu dari 11 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Padahal pada Porwil 2011 di Batam, Sumsel yang meraih predikat juara umum mengantongi 27 emas dari 84 nomor ataupun medali emas yang diperebutkan. Sementara di tahun 2015 saat perhelatan digelar di Bangka Belitung, kontingen Sumsel keluar sebagai runner up dengan perolehan 33 medali emas dari 124 nomor yang dipertandingkan.

Sementara keluar sebagai juara yakni Provinsi Riau dengan catatan 35 emas, 23 perak dan 37 perunggu, posisi kedua ada Sumatera Utara dengan perolehan 25 emas, 16 perak dan 26 perunggu. Sementara posisi ke-3 ada provinsi Bengkulu dengan perolehan 25 emas, 13 perak dan 18 perunggu.

Dari 11 cabang olahraga yang dipertandingkan, 3 Cabor diantaranya paling produktif sumbang medali emas. Yakni Cabor renang 3 emas, cabor panjat tebing 2 emas dan cabor atletik 2 emas. Sementara perak dan perunggu hampir semua Cabor menyumbang. Hanya satu Cabor yang gagal di babak penyisihan yakni Cabor sepakbola.

Sementara belum banyak berkontribusi di ajang Porwil X Sumatera di Bengkulu ini, cabang olahraga tinju akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi kedepan. Seperti diketahui Cabor tinju hanya menyumbangkan satu perunggu saja di nomor 54 kg putri atas nama Arfah.

Menurut Pelatih Tinju Sumsel, Revolusi Hutabarat bahwa dari hasil evaluasi dirinya dan jajaran tim, persiapan lah yang menjadi faktor utama dalam Porwil ini.

“Persiapan kita kurang karena kalau melalui fasilitas KONI saja, kita hanya persiapan empat hari untuk Porwil. Sementara atlet yang ikut latihan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Revolusi melanjutkan apalagi beberapa atlet berasa dari luar Palembang sehingga untuk mengumpulkan atlet dalam satu latihan saja tidak cukupi.

“Harapan kamj kedepan peran KONI Provinsi agar latihan atlet diberikan cukup lama sebelum pertandingan,” tambahnya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved