Robert Wong Bawa Sepeda Rp 123 Juta

Robert Wong (73) mengaku baru pertama kali datang ke Kecamatan Banding Agung, Danau Ranau kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

Robert Wong Bawa Sepeda Rp 123 Juta
HUMAS PEMPROV SUMSEL
Sriwijaya Ranau Gran Fondo Sumsel segera jadi destinasi andalan nasional 

MUARADUA, SRIPO -- Ratusan pesepeda dari berbagai daerah di tanah air bahkan dari Singapura dan Malaysia turun dalam ajang Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019, Sabtu (9/11).

Salah seorang peserta dari Singapura, Robert Wong (73) mengaku baru pertama kali datang ke Kecamatan Banding Agung, Danau Ranau kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

"Ya saya baru pertama kali ke sini bawa sepeda road bike saya ini, event Sriwijaya Ranau Gran Fondo ini juga sangat seru," katanya menggunakan bahasa Melayu.

Dia mengatakan road bike yang dia bawa dari Singapura ini seharga S$ 12. 000 atau seharga Rp 123 juta. "Harga road bike saya ini S$ 12.000, sepeda ini sudah saya bawa keliling dari Taiwan, Indonesia termasuk ke sini (Danau Ranau)," katanya.

Menurut Wikipedia, Gran fondo adalah jenis perjalanan bersepeda jarak jauh yang dipopulerkan di Italia pada 1970. Orang-orang Inggris menyebutnya sebagai big ride. Gran fondo disertifikasi oleh Federasi Sepeda Italia sebagai ajang balap sepeda dengan jarak 120 kilometer.

Ratusan peserta wajib mengikuti trip yang dilepas di pinggiran Danau Ranau yang berada di Kecamatan Banding Agung, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan.

Dari garis start, peserta mengelilingi sejumlah objek wisata di sekitar Danau Ranau. Mereka berputar dan kembali ke garis akhir pada lokasi awal lomba. Peserta menempuh jarak sekitar 115 km dalam kurun waktu 5-6 jam.

Sementara itu ratusan peserta event Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019 disambut meriah oleh warga Kecamatan Banding Agung, Danau Ranau OKUS. Mereka disambut dengan musik khas Minang yang disebut Tambur dari Sanggar Minang Tambur, gerakan dan tabuhan alat musik dari anggota sanggar membuat meriah event yang pertama kali digelar di Sumsel ini.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, ada 500 peserta yang terdaftar di event Sriwijaya Gran Fondo 2019 Danau Ranau ini, dan para peserta akan berkeliling Danau Ranau sepanjang 115 kilometer.

"Peserta terakhir yang terdata hampir 500, ada yang dari Malaysia dan Singapura. Event ini pun bukan sekedar digelar saja, tapi sekaligus menjadi evaluasi kalau memang berhasil menarik minat wisatawan saya tentu akan mengaktifkan kembali akses lapangan terbang yang ada di sini," ujarnya.

Sementara juara pemacu sepeda tercepat Sriwijaya Gran Fondo Ranau tahun 2019 di Bumi Serasan Seandanan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan didominasi dari luar daerah. Pemenang pertama diraih oleh Juanto dari Semarang Provinsi Jawa Tengah. Sementara finisher peserta perempuan diraih oleh Eka dari Kota Palembang Sumatera Selatan.

Peraih juara pertama Juanto mengatakan keberhasilan menjadi juara yang merupakan hasil dari kerja keras dari berbagai persiapan sebelum mengikuti lomba. "Kalau tanpa persiapan mustahil kita bisa mencapai hasil yang maksimal, menjelang lomba kita melakukan latihan rutin," kata Juanto.

M Abdillah Farizi atau disapa Fariz juara ke III dari Baturaja OKU Sumatera Selatan mengatakan, rahasia di balik kesuksesannya melewati medan yang menantang dengan melakukan latihan dan kerja keras. "Medannya cukup menantang sebab naik turun, tapi yang terpenting latihan," ujarnya.

Pemberian hadiah berupa uang tunai dan medali diserahkan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan Bupati OKU Selatan Popo Ali dan Wakil Bupati Sholehien Abuasir SP, MSi. (cr28/elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved