Benarkah Gula sebagai Penyebab Utama Diabetes? Ini Kata Ahli

"Gula bukan penyebab (utama) diabetes. Jadi selain faktor gen, sebenarnya penyebab diabetes itu, gaya hidup dan exercise atau latihan olahraga itu,"

Benarkah Gula sebagai Penyebab Utama Diabetes? Ini Kata Ahli
https://www.diabetes.co.uk/
Ilustrasi - Deabetes. 

Gula bukan penyebab (utama) diabetes. Jadi selain faktor gen, sebenarnya penyebab diabetes itu, gaya hidup dan exercise atau latihan olahraga itu.

SRIPOKU.COM - Gula, selama ini selalu dikatakan sebagai penyebab dari penyakit Diabetes. Namun, gula bukan penyebab utama dari penyakit yang menjadi ancaman serius kesehatan global.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof DR dr Ketut Suastika SpPD KEMD.

Kurang Kesadaran, Penderita Diabetes di Indonesia Meningkat Terus

Hindari Gemuk, Diabetes & Ngantuk dengan 8 Cara Ini, Simak Tips Kurangi Kadar Gula pada Nasi Putih

Menurut Suastika, faktor penyebab diabetes justru gaya hidup dan kebiasaan berolahraga.

"Gula bukan penyebab (utama) diabetes. Jadi selain faktor gen, sebenarnya penyebab diabetes itu, gaya hidup dan exercise atau latihan olahraga itu," kata Suastika di di Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) InaHEA (Indonesian Health Economic Association) ke-6, Bali (6/11/2019).

Lebih lanjut Suastika menerangkan, gaya hidup dan kebiasaan olahraga adalah faktor eksternal yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Faktor utamanya adalah genetik.

"Ya pertama memang ada faktor genetik, juga berikutnya lingkungan itu gemuk tadi. Sebanyak-banyaknya makan gula, juga kecuali ada (faktor gen) diabetesnya ada. Nah, kalau orang genetiknya tidak (ada), orangnya langsing, itu ya makan gula ya gak akan jadi masalah," imbuhnya.

Pada prinsipnya, yang harus diperhatikan adalah jumlah akumulasi makanan orang per harinya.

Tubuh menjadi ideal diumpamakan seperti uang, kalau penghasilannya sedikit tapi kalau belanjanya juga sedikit, akan ada simpanan, tapi kalau penghasilannya besar, belanjanya juga banyak, akan tetap seimbang.

"Kalau kita energi yang dimakan dan energi yang dikeluarkan itu seimbang, maka seseorang akan ideal berat badannya alias tidak gemuk atau obesitas," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved