Terkuak Sebab Garuda Indonesia "Usir" Sriwijaya Air, Ada Persoalan Fee

Dikeluarkannya Sriwijaya Air dari Garuda Indonesia Group masih menjadi misteri karena belum ada kebenaran penyebabnya.

Terkuak Sebab Garuda Indonesia
IST
Sriwijaya Air dan NAM Air 

SRIPOKU.COM - Dikeluarkannya Sriwijaya Air dari Garuda Indonesia Group masih menjadi misteri.

Berbagai dugaan memang sudah mengemuka, namun belum ada yang pasti mana yang benar.

Ada yang mengatakan Garuda memutuskan kerja sama dengan Sriwijaya Air karena maskapai tersebut sering kali delay.

Ada pula yang memberitakan sudah tidak ada kecocokan lagi.

Teranyar, Garuda Indonesia menuding pemegang saham Sriwijaya Air terlalu melakukan intervensi terhadap manajemen yang dibentuk sebagai bagian dari Kerja Sama Manajemen (KSM).

Mantan Dirut Sriwijaya Air yang merupakan penugasan dari Garuda Indonesia Group, Joseph Saul menyatakan pemegang saham Sriwijaya Air juga minta bagian management fee yang seharusnya hanya diberikan kepada Garuda Indonesia Group selaku pengelola Sriwijaya.

Adapun besaran management fee yang diterima Garuda Indonesia Group sesuai dengan perjanjian KSM adalah sebesar 3 persen dari pendapatan operasional bersih (net operational revenue).

Joseph menjelaskan management fee itu diberikan sebagai kompensasi kepada Garuda Indonesia Group atas pengelolaan maskapai Sriwijaya Air.

"Namun pemegang saham Sriwijaya Air juga ikut-ikutan minta management fee tersebut.

Padahal, itu tidak ada dasarnya dalam perjanjian," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (9/11/2019).

Atas permintaan pemegang saham itu, tim manajemen bentukan Garuda Indonesia keberatan karena hal itu akan menambah beban perusahaan Sriwijaya Air.

"Kami sebagai pengelola ingin agar Sriwijaya Air segera membaik kinerjanya," lanjut Joseph.

Sebelumnya diberitakan Garuda Indonesia-Sriwijaya Air pecah kongsi.

Hal ini lantaran tidak ada kesepakatanantara dua entitas maskapai tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Garuda Indonesia : Pemegang Saham Sriwijaya Minta Jatah Management Fee"

Editor: Refly Permana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved