Pelatih Persik Kediri Kecam Putusan Wasit

Pelatih Persik Kediri Kecam Putusan Wasit, Merasakan Dirugikan Soal Penalti Gaib:"Sangat tidak diuntungkan, karena dinyatakan penalti."

Pelatih Persik Kediri Kecam Putusan Wasit
SRIPOKU.COM/RESHA
Pelatih Martapura FC Frans Sinatra, Pelatih PSMS Medan Jafri Sastra, Pelatih Persita Tangerang Widodo C. Putro dan Pelatih Persik Kediri Budiharjo saat berfoto bersama dalam presconfrence jelang perhelatan babak 8 besar, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (9/11/2019). SRIPOKU.COM/RESHA 

Pelatih Persik Kediri Kecam Putusan Wasit, Merasakan Dirugikan Soal Penalti Gaib

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Persik Kediri terpaksa harus berbagi poin saat meladeni PSMS Medan, dalam laga perdana Grup B babak 8 besar Liga 2 2019, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Minggu (10/11/2019). Mereka menyudahi laga tersebut dengan skor 1-1.

Awalnya, Persik Kediri membuka keran gol melalui tendangan dari Galih Akbar di menit 45 + 2. Gol tersebut didapat berkat upaya anak asuh Budiarjo Thalib, yang tampil menekan sejak awal-awal pertandingan.

Sempat di atas angin, wasit yang dipimpin Abdullah menjatuhkan penalti karena pemain Persik Kediri tak sengaja menyenggol boka dengan tangan.

Seperti yang diduga, Eki Fauji dari PSMS Medan berhasil mengonversi bola di titik putih menjadi gol, di menit 82 itu.

Pelatih Persik Kediri, Budiarjo Thalib memprotes keras keputusan wasit tersebut. Menurutnya, anak asuhnya itu tak menyenggol bola dengan tangan di dalam kotak penalti itu.

"Sangat tidak diuntungkan, karena dinyatakan penalti. Buat apa ada rekaman kalau seperti itu," ujarnya.

Ia mengatakan, seharusnya Persik Kediri bisa mendapat poin penuh dari laga tersebut.

Sayangnya ekspektasi itu tak diraih karena ia mengaku, dinodai oleh keputusan wasit.

"Nanti keputusan kita bicarakan dengan sama-sama. Dan saya serahkan kepada manajemen atas keputusan itu (apakah menuntut ke operator liga atau tidak)," ungkapnya.

Terlepas dari itu, ia mengaku jika PSMS Medan memang tim yang cukup kuat. Namun, anak asuhnya sudah mampi mengimbangi permainan Ayam Kinantan itu dengan mempersembahkan permainan yang baik."Anak-anak bisa main dari kaki ke kaki. Mereka balas dengan gol bola tak bergerak," jelasnya.

Sementara itu, Pelatih PSMS Medan Jafri Sastra tak menampik jika anak asuhnya memang sedikit kaku di laga perdana. Hal itu membuat mereka tak bisa menampilkan performa terbaiknya.

"Kita kecolongan dari set piece. Tapi babak kedua anak-anak bisa tampil seperti yang kami inginkan. Walaupun di akhirnya skor 1-1 harus kita terima," ujarnya.

Namun, ia bersyukur anak asuhnya menampilkan performa terbaik di babak kedua. Sehingga, mereka berhasil memaksa Persik Kediri yang notabenenya Pemuncak Klasemen Wilayah Timur.

"Kita harus syukuri, hari ini berarti segini rezekinya," jelasnya.(mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved