Breaking News:

VIRAL Foto Pria Ketemu Lagi Pramugari saat Masih Bocah, Setelah 15 Tahun Wajah Pramugari Mengejutkan

VIRAL Foto Pria Ketemu Lagi Pramugari saat Masih Bocah, Setelah 15 Tahun Wajah Pramugari Mengejutkan

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Kolase Tribunnews.com/ Skytrax/Asiaone.com
VIRAL Foto Pria Ketemu Lagi Pramugari saat Masih Bocah, Setelah 15 Tahun Wajah Pramugari Mengejutkan 

Viral Pengguna Motor Meneriaki Polisi Gegara Tak Diterima Kena Razia, Lihat Reaksi Polisi Ini!

Para pengguna media sosial, khususnya facebook tengah dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria yang meneriaki seoang polisi.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubuk Pakam-Perbaungan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Selasa (5/11/2019).

Video yang berdurasi 5 menit 13 detik itu, diupload oleh salah satu pengguna facebook @Ridho Syah.

Dalam video itu terlihat seorang pengendara sepeda motor membentak personil Satuan Lalu Lintas Polres Sergai saat merazia.

Pengendara yang membonceng seorang perempuan protes diberhentikan petugas.

Pengguna Motot Marah tak terima kena Tilang
Pengguna Motot Marah tak terima kena Tilang (Capture)

Dengan nada tinggi, pengendara yang belum diketahui identitasnya itu membentak dan memarahi petugas yang sedang menuliskan surat tilangnya.

Umpatan kasar langsung di arahkan ke polisi yang memeriksa SIM C dan STNK pemotor tersebut.

Pemotor tersebut marah-marah karena menilai polisi sudah merampas STNK miliknya.

“STNK ku dirampas. Gaya kau polisi kayak gitu. Dengar orang, jelek kali nama baik ku ditengok. Jelek aku di depan masyarakat, dirampas. Apanya, STNK-nya. Kau kalau udah jadi polisi itu mengayomi rakyat, jadilah contoh. Apalagi ini razia, kau bikin contoh kepada masyarakat. Bagaimana cara menghadapi orang di jalan raya, ngerti enggak kau? Kau polisi digaji, supaya kau bisa menjelaskan tidak hanya sebatas tilang, tapi kau beri penjelasan kalaupun saya marah, saya lapar, saya capek,” ungkapnya.

“Bapak lapar? Bapak mau makan? Bapak kalau mau makan, ayo makan,” ajak petugas Polisi itu.

Ditanya petugas polisi, “Bapak marga apa, saya Pangaribuan. Pangaribuan darah tinggi,” sahut Polisi.

"Udah pak jangan marah marah nanti darah tinggi," ujar Polisi.

“Darah tinggi lah aku gara-gara kau. Sial aku jumpa kau. Bagus aku jumpa bapak (polisi lainya di lokasi) itu. Kenapa bapak itu baik, kau enggak. Dari awal kau sudah gak bersahabat,” jawabnya.

Pengendara itu semakin membentak dan menyebutkan bagian keluarga Polisi.

“Aku pun tau kok. Aku keluarga Polisi. Suara ku kuat karena aku keluarga Polisi, enggak mungkin aku kayak gini, enggak keluarga polisi aku,” ujarnya membentak.

Walaupun diserang dengan umpatan dan makian, namun polisi tersebut tetap berusaha tenang dan tidak terpancing.

Beberapa pemotor dan pengemudi mobil yang kebetulan melintas juga sempat melihat insiden itu.

“Nama bapak siapa,” tanya polisi itu yang ingin menuliskan namanya di surat tilang.

Pengguna Motot Marah
Pengguna Motot Marah (Capture)

Pengemudi Honda Vario BK 3463 AHD ini terus-terusan membentak petugas Polisi, meskipun sebenarnya telah salah tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C saat dirazia.

Saat ditanya petugas lainnya untuk dilakukan tes urin. Pengendara ini malah menantang dan mendatangi petugas, namun ditahan istri pengendara dan petugas lainnya.

“Oke tes urin kita ya. Kalau enggak cemana. Ini pencemaran nama baik. Ini sudah melebar, razia menyangkut pribadi orang,” ucapnya.

Padahal di depan lokasi Razia itu, ada Polsek Perbaungan.

“Itu Polsek, silahkan laporan aja kalau pencemaran nama baik. Itu Polsek silahkan aja, enggak apa-apa,” kata polisi lainnya.

Saat AHY Akhirnya Bertemu Jokowi Usai namanya tak Masuk Menteri, Para Petinggi Parpol Jadi Saksi

Jatah Uang Jajan Nagita Slavina dari Raffi Ahmad Bocor, Kehidupan Mewah Tersorot, Pantes Serba Mahal

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Teks Lengkap Latin & Arab serta Arti, Berikut Keutamaan Sholawat

Setelah itu, pengendara ini malah menyepelekan dan tidak mau menerima surat tilang yang sudah ditulis petugas sambal berlalu pergi meninggalkan lokasi razia.

Situasi mulai tenang saat ada seorang polisi berbahasa Batak.

Keduanya saling berkomunikasi dengan bahasa Batak. Saat dijelaskan bahwa dia bisa mengambil STNK di pengadilan dan membayar tilangnya via bank.

Aksi pemotor yang ngamuk itu sempat menjadi perhatian warga, beberapa polisi lain sempat menenangkan si pemotor namun gagal.

“Ngapain sidang, kalau bisa ke BRI, alah,” ujarnya sambil meludah kemudian berlalu.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved