Catatan dari MyHT2020

RS Berlomba Tonjolkan Keunggulan Teknologi

MHTC merupakan badan di bawah Kementerian Keuangan Malaysia yang dibentuk berdasarkan inisiatif dari Kementrian Kesehatan.

RS Berlomba Tonjolkan Keunggulan Teknologi
SRIPOKU.COM/HUSIN
LAUNCHING --Wakil Menteri Keuangan Malaysia Dato Wira Ir Haji Amiruddin bin Haji Hamza didamngi Sekjen Kementerian Kesehatan Malaysia Dato Seri Dr Chen Chaw Min dan CEO MHCT Ms. Sherene Azli, Kamis (31/10/2019) meluncurkan Honbillcum dr Enggang sebagai maskot wisata kesehatan Malaysia 2020 di The Majestic Hotel. 

SELAMA empat hari berada di Malaysia, jurnalis dan blogger dari Asia Tenggara diberikan kesempatan untuk melakukan visitasi ke sejumlah rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaka, Johor dan kota-kota lain di Malaysia. Tentunya, kunjungan tersebut dibentuk berdasarkan regu masing-masing. Sriwijaya Post (30 Oktober - 2 Nopember) bersama tim media lain asal Indonesia, Kamboja, China dan Jepang tergabung diregu 2 berkunjung ke rumah sakit, seperti Sunfert International Fertility Centre KL, dengan spesifikasi fertility, In-vitro fertilization/ IVF ( bayi tabung), Sunway Medical Centre (Wellness Centre History & Clinical Examinations, Body Mass Index (BMI), Blood Pressure Screening, Thyroid Screening, Full Blood Count), dan Thomson Hospital Kota Damansara dengan unggulan pelayanan Fertility, cardiology, bariatric surgery, neurology, and oncology. Rumah sakit ini menawarkan pelayanan dan teknologi terkini hingga fasilitas kamar rawat inap yang mewah seharga Rp 30 juta/hari.

SEIRING berjalannya waktu, tidak bisa dipungkiri saat ini mulai banyak orang yang sadar mengenai pentingnya arti sebuah kesehatan. Untuk menuju sehat, banyak hal dilakukan masyarakat, mulai dari rutin berolahraga, melakukan medical Check up hingga mengiikuti program diet. Bahkan, tak sedikit orang berani mengeluarkan biaya lebih dengan melirik rumah sakit berkelas internasional.

Pendapat umum menyebutkan orang Indonesia, mayoritas memilih Singapura sebagai negara tujuan utama. Namun setelah melihat fakta dan data, maka orientasi orang Indonesia dan Asia telah bergeser ke Malaysia. Angka berbicara, data dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mulai tahun 2018, jumlah pasien yang berobat ke Malaysia mencapai angka 1,2 juta per tahun, angka ini terus naik di atas 10-20 persen di tahun 2019. Ingin tahun berapa orang Indonesia yang beroba ke Malaysia, jumlahnya mendekati angka 600 ribu pasien pertahun, berasal dari Medan, Riau, Palembang, Jakarta, Surabaya, Kalimantan dan daerah lain. Dan bayangkan, berupa uang yang mengelir deras ke Malaysia.

"Pada 2018, kami dinobatkan sebagai Top Medical Tourism Destination dengan jumlah pasien lebih dari 1,2 juta pertahun," kata Chief Executive Officer MHTC Sherene Azli kepada media di Hotel Kuala Lumpur, Rabu (30/10).

MHTC merupakan badan di bawah Kementerian Keuangan Malaysia yang dibentuk berdasarkan inisiatif dari Kementrian Kesehatan. Tugasnya sebagai pusat informasi dan fasilitator dalam mempromosikan industri wisata kesehatan Malaysia. MHTC telah ada sejak 10 tahun silam. Sudah banyak penghargaan yang mereka raih, sehingga sukses membuat Malaysia dinobatkan sebagai "Destination of the Year"untuk perjalanan kesehatan oleh International Medical Travel Journal yang berbasis di Inggris dari tahun 2015 hingga 2017. Hebatnya lagi, Malaysia terus memenangkan penghargaan dari majalah asal Amerika Serikat, International Livingdari 2015 hingga sekarang sebagai "Best Country in the World for Healthcare" .

"Tiga hal yang membuat wisata kesehatan di Malaysia sangat baik, yakni kualitas, kemudahan akses, dan harga yang terjangkau," tutur Azli.

Hingga saat ini sudah ada 73 rumah sakit terbaik yang telah bergabung dengan MHTC. Sebanyak 21 di antaranya merupakan elite members.

Dalam merayakan 10 tahun perjalanan MHTC, mereka meluncurkan Malaysia Year of Healthcare Travel 2020 (MyHT2020) pada 31 Oktober 2019. Acara ini bersamaan dengan kampanye pariwisata Visit Malaysia 2020 (VM2020). MyHT2020 dihadirkan untuk mengingatkan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Mereka pengin mengajak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dan kesejahteraan di Malaysia yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi.

Tak lupa ada beragam paket supaya keluarga pasien bisa menikmati berbagai atraksi wisata di Negeri Jiran.

Malaysia menjadikan kesehatan menjadi objek wisata yang menjanjikan, makanya rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan teknologi, tetapi juga kenyamanan. Rumah sakit tidak seperti rumah sakit, tetapi diciptakan seperti rumah sakit, bahkan seperti hotel berbintang, lengkap dengan taman, fasilitas pribadi dan dilayani satu orang petugas pengawalan.

Seperti di Thomson Hospital di Kota Damansara, pengobatan ditawarkan dengan fasulitas kemudahan mulai dari penjemputan ke Bandara hingga pelayanan antar sampai ke rumah sakit tanpa dikenakan biaya tambahan. Nah untuk urusan kamar, pasien bisa memiliki kelas standar Rp 1,2 juta/malam atau Rp 4 juta/malam atau kamar seharga Rp 30 juta/malam lengkap dengan fasilitas mewah dan tim dokter terbaik. Di rumah sakit ini, dokter yang mendatangi pasien, terkecuali untuk tindakan. Kendati mahal, ternyata ada yang meliriknya, termasuk orang Indonesia. (husin)

Penulis: Husin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved