Direktur RS Menangis Saat Sidak DPRD

Direktur RSUD Rupit, Herlina mengaku menangis lantaran terharu karena mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Muratara terhadap rumah sakit.

Direktur RS Menangis Saat Sidak DPRD
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Sebaliknya, jika pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit tidak bagus, maka masyarakat akan marah, hingga berujung terjadinya keributan akibat ketidakpuasan masyarakat.

"Nah kami anggota DPRD ini adalah penyambung aspirasi masyarakat. Bayangkan kalau masyarakat awam yang menyampaikan langsung, bisa jadi main tinju," katanya.

Akan tetapi, sebagai wakil rakyat, anggota DPRD mampu mengelola emosional masyarakat, sehingga setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan berdiskusi.

Hadi Subeno menambahkan, dari hasil temuannya saat sidak tersebut ada beberapa permasalahan yang harus dibenahi oleh pihak manajemen RSUD Rupit.

"Tadi kami melihat air bersihnya kurang memenuhi persyaratan standarisasi air bersih, tidak layak digunakan sebagai fasilitas di rumah sakit," katanya.

Kemudian sistem drainase di lingkungan RSUD Rupit tidak berfungsi dengan baik, seperti pembuangan air dari toilet maupun ruangan laboratorium.

Parahnya lagi kata Hadi, ada ruangan di RSUD Rupit yang mengalami kebocoran di bagian atap plafonnya, sehingga saat hujan airnya merembes membasahi ruangan.

"Terus hanya ada satu fasilitas toilet untuk digunakan banyak orang, ini sangat menyedihkan, bagaimana masyarakat akan nyaman kalau seperti ini," tegasnya.

Lanjut Hadi, pihaknya juga melihat fasilitas pengolahan limbah yang tidak berjalan dengan baik, sehingga dapat menimbulkan sumber penyakit.

"Rumah sakit ini tempat orang sakit berobat supaya jadi sehat, kalau begini tambah sakit. Kami minta ini harus dibenahi, dan kami anggota DPRD akan mensupport," katanya. (cr14)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved