Wawancara Eksklusif

Sriwijaya Ranau Gran Fondo, Trek Menantang Plus Indahnya Panorama Danau Ranau

Sriwijaya Ranau Gran Fondo ini akan diikuti ratusan peserta dari berbagai derah bahkan ada yang dari luar negeri.

Sriwijaya Ranau Gran Fondo, Trek Menantang Plus Indahnya Panorama Danau Ranau
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Aufa Syahrizal 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mengadakan event Sriwijaya Ranau Gran Fondo, yang akan diadakan 9 November 2019 di Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan, Sriwijaya Ranau Gran Fondo ini akan diikuti ratusan peserta dari berbagai derah bahkan ada yang dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan yang masih menunggu konfirmasi dari Itali dan Amerika. Berikut Sripo sajikan wawancara khusus dengan Aufa Syahrizal, Selasa (5/11/2019).

Sripo : Mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu Gran Fondo, bisa dijelaskan Gran Fondo itu apa?
Aufa : Gran Fondo berasal dari bahasa Italia yang berarti "Bersepeda Jarak Jauh". Jaraknya lebih dari 100 km.
Gran Fondo ini hampir sama dengan tour de, cuma bedanya kalau tour de itu pesertanya atlet-atlet yang mengejar prestasi, mendapatkan piala dan reting, sehingga dia betul-betul berpacu dengan kecepatan.
Berbeda halnya dengan Gran Fondo yang bersepeda sambil rekreasi. Lalu kalau tour de ini fasilitas disediakan, maka kalau Gran Fondo tidak melainkan biaya sendiri. Untuk Gran Fondo ini pesertanya para pencinta atau yang hobi sepeda, yang memang mencari tempat-tempat baru, yang penuh tantangan. Bahkan saking hobinya mereka sangup bayar untuk menjadi peserta.

Sripo : Kapan akan di adakan Gran Fondo?
Aufa : Gran Fondo akan diadakan 9 November 2019 di Danau Ranau, namanya Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019. Ini merupakan kegiatan yang diinisiasi dan idenya dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Waktu itu seingat saya di bulan Februari, gubernur melakukan kunjungan ke Danau Ranau. Melihat panorama Danau Ranau yang begitu indah, alam yang cantik, udara yang segar sehingga Gubernur terbayang dengan tour de Singkarak di Sumatera Barat. Lalu ia memanggil saya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membuat kegiatan yang judulnya bersepeda seperti tour de Singkarak tersebut.
Kemudian kami diskusi dan melakukan persiapan serta mencari informasi. Ternyata kita belum bisa mengadakan tour de Ranau. Jadi langkah awalnya buat Gran Fondo ini dulu. Ternyata setelah kita gaungkan, minatnya cukup banyak. Gran Fondo ini hanya diadakan 1 hari mulai pukul 6.00 dengan jarak tempuh 115 km. Namun kalau menurut para atlet yang sudah biasa dengan jarak jauh, jarak tersebut masih kurang. Itu karena mereka sudah terbiasa dengan jarak jauh.

Sripo : Pesertanya dari mana saja?
Aufa : Campur ada yang atlet dan umum. Ada dari Sumsel dan daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. Untuk dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan yang masih menunggu konfirmasi dari Itali dan Amerika. Untuk pesertanya yang terdata sudah ada ratusan. Untuk peserta dari luar kita batasi karena terkait amenities dan juga akomodasi. Kalau peserta lokal biasa tidur di tenda, kalau dari luarkan nggak mungkin tidur di tenda.

Sripo : Selain bersepeda apa saja kegiatan yang ada saat Gran Fondo?
Aufa : Kegiatanya pertama tentu bersepeda yang dimulai dari Danau Ranau, lalu saat tengah perjalanan nanti stop nya di rumah Bupati untuk makan siang sambil istirahat sejenak dan ada hiburan-hiburannya juga. Kemudian dilanjutkan dengan finish di Danau Ranau. Saat di Danau Ranau nantinya juga ada hiburan rakyat, ada doorprize dan akan ada artis juga. Bahkan kita juga difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata.

Sripo : Apa yang menarik dari Gran Fondo ini?
Aufa : Menariknya lintasan yang akan dilalui ini sangat menantang. Bahkan saat tim surve yang datang mereka terkejut, karena area yang akan dilalui ini menarik seperti dengan indahnya panorama Danau Ranau yang begitu cantik. Sehingga saya yakin akan jadi kenangan dan kesan tersendiri bagi mereka.

Sripo : Apakah ini sekaligus memperkenalkan wisata Danau Ranau?
Aufa : Pastinya, disamping berolahraga kita juga memperkenalkan potensi wisata yang ada di OKU Selatan. Karena di OKU Selatan ini banyak potensi wisatanya, bukan hanya Danau Ranau saja seperti ada arum jeram, paralayang, gestrek dan lain-lain.

Sripo : Apa efek dari adanya Grand Fondo ini?
Aufa : Bersepeda itu jalannya harus mulus, maka efek dari adanya Gran Fondo ini salah satunya jalanan yang akan dilalui itu mulus. Tentu ini berdampak pada pembangunan infrastruktur yang ada di Sumsel. Maka kedepan bukan hanya Gran Fondo bisa juga tour de, kalau tour de bisa melewati Kabupaten/Kota yang lain misal estafet dari Palembang ke OI, OKI, Muara Enim dan lain-lain yang akhirnya finish di Danau Ranau.

Sripo : Apakah ini akan jadi event tahunan di Sumsel?
Aufa : Kita lihat nanti bagaimana animo saat pelaksanaanya. Lalu dilihat juga apakah berdampak positif, bisa mendatangkan wisatawan ke OKU Selatan dan Sumsel secara umum. Bahkan di 2020 sudah kita anggarkan lagi untuk Gran Fondo ini.

Sripo : Bagaimana dengan promosi dan sosialisasinya?
Aufa : Kita sudah gencar melakukan sosialisasinya lewat internet, media sosial bahkan juga ada baliho di Bandara Sukarno Hatta, billboard dan komunitas-komunitas yang ada juga sudah membantu mempromosikan.

Sripo : Apa yang didapatkan dengan adanya Gran Fondo ini?
Aufa : Trennya positif dan animo pesertanya banyak lalu dampaknya pada masyarakat sekitar Danau Ranau yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi Gubernur Sumsel berharap disetiap kegiatan itu ada dampak yang bisa menurunkan angka kemiskinan masyarakat. (linda)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved