Sejak Berdiri, PTPN Tujuh Tebenan Diduga Belum Kantongi IMB dari Banyuasin

Sejak berdiri perusahaan karet BUMN-PTPN Tujuh Tebenan di Desa Suka Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, diduga tak mengantongi Izin Mendirika

Sejak Berdiri, PTPN Tujuh Tebenan Diduga Belum Kantongi IMB dari Banyuasin
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Tampak pabrik PTPN Tujuh Unit Tebenan Betung Banyuasin, diduga belum ada izin IMB. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-- Sejak berdiri perusahaan karet BUMN-PTPN Tujuh  Tebenan di Desa Suka Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, diduga tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Menurut informasi, Rabu (6/11/2019) salah satu perusahaan BUMN yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, sejak mendirikan pabrik dari Tahun 1984 dan beroperasi Tahun 1985 lalu, hingga kini bertahun-tahun beroperasi tak memiliki IMB yang jelas.

Padahal, ketentuan untuk mengoperasikan suatu perusahaan industri harus melakukan tahapan. Minimal, syarat mendirikan pabrik melalui IMB, izin lingkungan, izin limbah, izin nomor induk usaha, izin usaha industri.

Kepala Dinas Penaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuasin Dr Ali Syadikin melalui Kabid Perizinan Pensi Cahayadi membenarkan, bahwa ada perusahaan BUMN PTPN Tujuh Unit Tebenan belum mengantongi izin bangunan maupun izin mendirikan pabrik di Banyuasin.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan perusahaan tersebut ke bupati dan akan dalam waktu dekat ini pihaknya bersama Kasat Pol PP, Perkimtan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan, serta Disnakertrans Banyuasin, akan turun kelapangan.

Dari hasil kelapangan nanti, baru bisa kita simpulkan. "Ya nanti, isu ini sudah viral bahwa ada perusahaan sekelas BUMN mendirikan bangunan dan pabrik tak ada izin dari Banyuasin," kata Pensi yang mengakui bahwa, pada Tahun 2004 lalu, PTPN Tujuh Tebenan pernah mengusulkan pembuatan IMB. Tapi, tidak ada tindak lanjutnya.

Masih kata Pensi, kami bisa menerbitkan izin, apabila rekom dari dinas terkait sudah lengkap, baru petugas dari DPMPTSP mengeluarkan izin.

"Sampai sekarang DPMPTSP belum mengeluarkan izin IMB," tegasnya dan akan segera menghentikan operasi perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan karet.

Dijelaskan Pensi, seyogjanya pihak PTPN Tujuh Unit Tebenan sebelum mendirikan perusahaan harus membuat izin bangunan, mulai dari izin pabrik, perkantoran, mess, pagar, gudang, dan pelayanan kesehatan, termasuk Amdal, izin lingkungan.

"Kalau data lengkap dan pihak terkait sudah memberikan rekom, untuk pembuatan izin IMB tidak rumit dan bisa diselesaikan dalam waktubyang cepat," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Ajis Konsultan Media PTPN 7 Tebenan membentah tak memiliki IMB, karena modal utama membangun suatu pabrik harus ada izin lebih dulu. "Membuat IMB hanya satu kali dilakukan yaitu di Kabupaten Muba," jelas Ajis ketika dihubungi melalui telpon.

Ketika ditanya mengapa pihak perusahan pernah mengusulkan rencana pembuatan IMB pada Tahun 2004 lalu, ke Kabupaten Banyuasin, dan tidak diselesaikan. "Benar, karena dokumen asli IMB yang dikeluarkan dari Pemkab Muba sempat lupa tempat penyimpannya," jelas Ajis dan kini sudah dapat.

"Tidak perlu lagi buat IMB di Banyuasin karena sudah pernah buat di Kabupaten Muba. Apa yang dituduhkan itu, jelas tidak benar. Kalau mau lihat IMB silahkn datang ke kantor tapi tak boleh bawa keluar," tandasnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved