Iuran BPJS Kesehatan Naik, Dinas Kesehatan Lubuklinggau Ikut Merasa Keberatan, Ini Alasannya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau merasa keberatan atas rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen.

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Dinas Kesehatan Lubuklinggau Ikut Merasa Keberatan, Ini Alasannya
tribunsumsel/eko
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Cikwi Faris 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau merasa keberatan atas rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen.

Hal itu karena Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau tergabung dalam Universal Health Coverage (UHC) peserta yang dijamin oleh pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Cikwi Faris, mengatakan kenaikan iuran BPJS otomatis membuat beban Dinkes juga mengalami kenaikan.

"Membebani ya, otomatis masalah ini harus kita bahas dulu dan mau tidak mau akan kita upayakan," ungkap Cikwi pada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Cikwi menjelaskan jika dahulu pasien kelas III yang dibiayai oleh Pemkot Lubuklinggau hanya sebesar Rp 23 ribu dan sekarang akan mengalami kenaikan menjadi Rp 42 ribu.

"Artinya kenaikannya mencapai 100 persen, kemarin biayanya untuk 2020 hanya 18 Miliar, namun karena mengalami kenaikan otomatis berubah menjadi Rp 32 Miliar," paparnya.

Untuk itu, Dinkes Kota Lubuklinggau berupaya melakukan konsultasi dengan tim anggaran membahas menganai bagaimana cara menutupi anggaran untuk BPJS tersebut.

"Itulah kita berupaya melalui dana-dana yang ada kita alihkan sehingga tercukupi, kita konsultasi dengan dewan supaya masyarakat bisa terlayani dengan baik," ungkapnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved