Api Dekati Perkampungan, 73 Warga Dievakuasi

Evakuasi 73 warga yang didominasi kaum hawa dan anak-anak tersebut, dimulai dari pukul 21.00 menggunakan sejumlah kendaraan taktis.

Api Dekati Perkampungan, 73 Warga Dievakuasi
Shutterstock
Ilustrasi kebakaran 

KAYUAGUNG, SRIPO -- Sebanyak 73 warga yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anak-anak diungsikan ke kantor Kecamatan Kayuagung. Langkah yang diambil Polsek Kayuagung dan BPPD OKI, Minggu (3/10/2019) malam untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, menyusul kebakaran lahan mendekati pemukiman warga.

Langkah yang ditempuh pihak terkait tersebut diambil sebagai upaya perlindungan pemerintah dalam mengamankan warga yang berdomisili di Lingkungan 4 RT 8/9 Pancur Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari kemungkinan menyebarnya jilatan api dalam insiden kebakaran di yang berasal dari PT Rambang Agro Jaya sejak Sabtu lalu.

Evakuasi 73 warga yang didominasi kaum hawa dan anak-anak tersebut, dimulai dari pukul 21.00 menggunakan sejumlah kendaraan taktis milik BNPB, Ambulans Kelurahan Kayuagung, hingga kendaraan dinas dan lainnya.

Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan didampingi Lurah Kedaton Abdullah Sahri mengatakan evakuasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran ke pemukiman warga.

"Awalnya pihak Kelurahan Kedaton menempatkan warga di kantornya, yang akhirnya dipindahkan ke kantor Camat untuk memenuhi kebutuhan tempat yang lebih luas," terangnya.

Dikatakannya, untuk mengevakuasi warganya sebagai antisipasi pertama dari pencegahan timbulnya kebakaran menyasar ke pemukiman.

Terkait pemulangan warga, Dedi belum dapat memberikan keterangan sebelum memastikan api padam sepenuhnya di sekitar lokasi yang hanya berjarak sekitar 1 hingga 2 Kilometer,

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keadaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, warga segera kami antarkan ke rumah masing-masing," harapnya.

Kapolsek Kayuagung AKP Nasharudin mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi yang menurutnya tidak dapat diprediksi.

"Kita tidak ingin ambil resiko ada korban jiwa. Untuk itu, kita sarankan kepada warga setempat untuk dilakukan evakuasi," tegasnya.

Ditambahkan Nasharudin, ia sempat meyakinkan penduduk agar tidak mengkhawatirkan keamanan rumah yang ditinggalkan. Menurutnya, pihak kepolisian terdiri dari Polres dan Polsek menjamin rumah kosong yang ditinggal penghuninya terbebas dari tindakan pencurian dan lain sebagainya,

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved