Urusan Akhirat Jangan Dikorupsi

Ia menjelaskan, langkah pemerintah sudah tepat dengan menetapkan biaya upah gali kubur dan sewa lahan sebesar Rp 350 ribu.

Urusan Akhirat Jangan Dikorupsi
ISTIMEWA
Liang lahat 

PALEMBANG, SRIPO -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang, M Saim Marhadan mengaku miris melihat banyaknya oknum tukang gali kubur yang mengkorupsi uang upah penguburan hingga jutaan rupiah.

Menurutnya, tukang gali kubur seharusnya membantu pihak keluarga yang sedang tertimpa musibah bukan malahan memanfaatkan momen itu untuk kepentingan mendapatkan keuntungan pribadi.

"Ini urusan akhirat kenapa sampai dikorupsi harus membayar jutaan rupiah," ujarnya, Sabtu (2/11).

Ia menjelaskan, langkah pemerintah sudah tepat dengan menetapkan biaya upah gali kubur dan sewa lahan sebesar Rp 350 ribu. Semestinya tukang gali kubur selaras dengan progam pemerintah, membantu pihak keluarga dengan tidak memberatkan upah penguburan.

"Orang kan sedang tertimpa musibah, janganlah diberatkan lagi dengan membayar upah gali kubur yang mahal," tegas Saim.

Tukang gali kubur boleh saja, meminta upah kepada pihak keluarga ahli musibah. Akan tetapi, upah tersebut jangan dijadikan bisnis dan harus ikhlas jika diberi berapapun oleh masyarakat.

"Tidak boleh kalau dijadikan lahan bisnis, jangan berpikirnya uang terus. Kalau dikasih orang sukarela ya kita ambil. Itulah rejeki kita," jelasnya. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved