Foto Diduga Mommy ASF Masih Ada di IG Eks Suami, Janji 5 Tahun Silam saat Bersama Ternyata Diingkari

Foto Diduga Mommy ASF Masih Ada di IG Eks Suami, Janji 5 Tahun Silam saat Bersama Ternyata Diingkari

Foto Diduga Mommy ASF Masih Ada di IG Eks Suami, Janji 5 Tahun Silam saat Bersama Ternyata Diingkari
https://www.instagram.com/rickyzainal/
Foto Diduga Mommy ASF Masih Ada di IG Eks Suami, Janji 5 Tahun Silam saat Bersama Ternyata Diingkari 

Foto Diduga Mommy ASF Masih Ada di IG Eks Suami, Janji 5 Tahun Silam saat Bersama Ternyata Diingkari

SRIPOKU.COM - Nama Ricky Zainal disebut-sebut adalah sosok dari mantan suami Mommy ASF, yang cerita Layangan Putusnya viral baru-baru ini.

Ricky Zainal merupakan founder dari Youtube Channel Dakwah Ammar TV.

Sejalan dengan ramainya pemberitaan mengenai cerita Layangan Putus ini, banyak warganet yang berusaja mencari sosok mantan suami penulis Layangan Putus ini.

Pantauan Sripoku.com, dari akun Ricky Zainal mulai dari 20 Oktober 2019 silam hingga kini tak ada aktivitas apapun.

Unggahan terakhirnya pun hanya di bulan lalu.

Ditelesuri oleh Sripoku.com, dalam unggahan yang dipostinganya di Instagram, ternyata masih ada foto sosok Mommy ASF.

Meskipun hanya dari belakang, namun foto yang ditag (ditandai) ke username @ecaprasetya ini disebut-sebut merupakan Mommy ASF.

Dalam postingannya pada 13 Desember 2014, Ricky Zainal mengabadikan sebuah foto epic yang memperlihatkan seorang wanita solehah yang sedang berjalan dengan seorang anak laki-laki.

" الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Wealth and children are an adornment of the life of this world; and the ever-abiding, the good works, are better with your Lord in reward and better in expectation.

(Kekayaan dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia ini; dan yang selalu patuh, perbuatan baik, lebih baik dengan Tuhanmu sebagai hadiah dan lebih baik dalam harapan.

#Alquran #sunnah #love #sonya7s #invitetoislam #precious,"tulisnya.

Fakta-fakta Gubernur Kalteng Ngamuk di Pertandingan Sepakbola, Eks Ussy Sulistiawati Lakukan Ini!

Ibu Rumah Tangga di Muaraenim Ini Aksinya Terekam Kamera CCTV, Kerap Kali Mencuri di Rumah Tetangga

Jawaban Pilu Mommy ASF saat 4 Buah Hatinya Rindu Ayah, Begini Nelangsa Hidup Penulis Layangan Putus

Tak hanya sekali, dengan warna jilbab yang senada, dalam akun Ricky Zainal juga mengunggah sebuah foto epic saat tengah liburan di Turki.

Tampak pemandangan laut yang biru dan sekumpulan merpati yang datang juga tertangkap dalam fotoan tersebut.

Dalam keterangan fotonya, Ricky Zainal banyak menuliskan kata-kata yang dinilai saat puitis.

"Take vacations .. Go as many places as you can ..
You can always make money..
You can't always make memories

(liburan .. Pergi ke tempat sebanyak mungkin ..
Anda selalu dapat menghasilkan uang ..
Anda tidak selalu dapat membuat kenangan)

#bestvacations #turkye #turky #istanbul #sonyA7s #2015 #love,"tulis Ricky Zainal.

Meski bisa dibilang ini merupakan unggahan lama, namun banyak warganet yang ikut memberikan komentar pasca munculnya cerita Layangan Putus.

dee_dhani_16: Saat masih bahagiaa

bu_anon: Sayang ya ini ga ke Cappadocia #layanganputus

anggunkartikasarry: perempuan ini adalah wanita sholihah..yg kau sakiti bang...kau menelantarkan wanita sholihah ini demi p*lak*r yg ngakunya hijrah..

Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis, di Patok Harga Rp 763.000 per gram

Suami Baru Lina Ternyata Selingkuhan Sendiri? Terkuak Lewat Pengakuan Sule, Rizky Febian Sindir Ibu

Dukung Aksi Melly Goeslaw, Agnez Mo Nekat Sindir Artis yang Membully, Istri Anto Hoed sampai Nangis!

Meski cerita Layangan Putus ini menjadi viral, rupanya hingga kini belum ada klarifikasi apapun dari kedua pihak.

Bahkan banyak warganet yang mencoba mencari-cari kebenaran cerita ini bak detective conan.

Tak hanya itu saja, bergulirnya pemberitaan yang makin deras lantaran cerita Layangan Putus yang kini viral ini bahkan membuat sang penulis menghapusnya lantaran tak ingin menjadi boomerang.

Layangan Putus Part 3

Selain sosok asli dibalik penulis kisah nyata Layangan Putus, banyak juga warganet yang dibuat penasaran dengan bagian 3 atau part 3 cerita yang sedang viral ini.

Sebagaimana yang diketahui, dalam cerita yang beredar, warganet hanya mengetahui part 1 dan part 2 saja mengenai kisah Layangan Putus tersebut.

Oleh sebab itu, banyak warganet yang dibuat penasaran kelanjutan kisah tersebut.

Baru-baru ini, dalam akun Facebook bernama Ade Rakhma Novita Sari menjelaskan mengenai kejelasan dari cerita Layangan Putus.

Rupanya, cerita Layangan Putus part 3 yang dicari tenyata tak pernah ada.

"Buatmu yang penasaran dengan Layangan Putus Part 3

Jadi kemarin aku baca part langsung dari akun penulis (sekarang udah dihapus semua).

Informasi yang beredar itu ada 3 part.

Tapi sebenarnya (seingatku) ada 3 postingan dan cuma 2 part.

Jadi postingan pertama itu semacam prolog.

Prolog yang menyebutkan kalau dia pengen menulis (writing) dalam rangka healing (penyembuhan).

Postingan keduanya barulah ditulis tagar Layangan Putus part 1.

Postingan ketiganya ditulis tagar Layangan Putus part 2.

Yang ditulis penulis benar ada tiga postingan, tapi partnya cuma ada 2.

Jadi sebenarnya ya cuma sampe part 2 aja (kalau aku salah tolong diingeti).

Wis ga usah cari part 3 lagi, emang cuma itu saja yang baru dishare.

Semoga mencerahkan,"tulis akun tersebut.

Layangan Putus Part 3
Layangan Putus Part 3 (https://www.instagram.com/yuukkepo/)

Ma, Fikri Cuma Minta Izin ke Puncak Dempo Pengganti Hadiah Ultah

Kisah 7 Pasangan Seleb yang Sempat Terganjal Restu Orangtua, No. 3 Ditentang Lantaran Status Janda

Akun Mommy Asf Minta Maaf Hapus Postingan Layangan Putus yang Viral, Kisah Sebenarnya Diungkap!

Seperti pemberitaan sebelumnya, cerita Layangan Putus membuat warganet penasaran dengan potret Mommy ASF yang menuliskan kisahnya di Facebook.

Banyak warganet yang dibuat pilu dengan nasib yang menimpa sosok Mommy ASF tersebut.

Tak pelah, dengan viralnya cerita Layangan Putus ini, banyak warganet yang ikut kepo dan mencari-cari sosok asli dari penulis Layangan Putus oleh Mommy ASF.

Viral Cerita Layangan Putus, Kisah Istri Sah Ditinggal Suami Demi Wanita Lain, Akhirnya Bikin Pilu!
Viral Cerita Layangan Putus, Kisah Istri Sah Ditinggal Suami Demi Wanita Lain, Akhirnya Bikin Pilu! (Sarung Pictures/Youtube)

Baru-baru ini, dari laman Facebook ada warganet yang menunggah sebuah foto dan menyebutnya sebagai Mommy ASF.

Dalam foto yang diunggah di Facebook itu juga tersebar foto Mommy ASF dengan mantan suaminya saat duduk santai bersama anaknya di depan sebuah rumah.

Layangan Putus Viral, Akun Youtube Dakwah Diduga Milik Eks Suami Diserang, Identitas Asli Terungkap!

Selama Ini Disembunyikan, Akhirnya Mayangsari Ungkap Sosok Ibu kandung, Penampilan Mentereng Disorot

Krisdayanti Merasa Ditipu Raul Lemos, Sosok Ini Bongkar Kebohongan Ibu Aurel Saat Masih Istri Anang

Dalam sebuah akun yang bernama Ny Umar Nurdiansyah mengungkapkan jika kisah nyata Layangan Putus yang kini viral itu ialah sosok pemilik akun Ammar TV.

"Layangan Putus

#Kiri foto si mantan suami (Ricky Zainal Ammar TV) sama istri barunya (Lola Diara Fidya).

Emak-emak memang lebih canggih daripada detektif.

#Kanan foto Mommy ASF (istri pertama).

Entahlah lebih adem ngeliat foto pertamanya daripada selebgram,"tulis akun tersebut.

Layangan Putus, cerita istri sah ditinggal suami demi wanita lain
Layangan Putus, cerita istri sah ditinggal suami demi wanita lain (facebook)

Tak hanya itu saja, pemilik akun Dia Dee Diamond juga mengunggah foto yang disebutnya sebagai Mommy ASF.

Mommy ASF, penulis kisah nyata Layangan Putus yang kini viral
Mommy ASF, penulis kisah nyata Layangan Putus yang kini viral (Facebook)

Viral Curhatan Pengemudi Ojek Online Pasca Cancel Orderan, Sebut Azab hingga Sindir Mayat & Kuburan

Tim Wanadri Turunkan 4 Anggota SRU Menuju ke Titik Mayat, Lokasi 300 Meter di Kawah Gunung Api Dempo

Herman Deru Pastikan Turnamen Sepakbola Piala Gubernur U-20 Kembali Digelar Tahun Depan

Dalam tulisan yang diunggahnya, Mommy ASF juga menceritakan mengenai kehidupan dirinya.

Ia merupakan seorang wanita biasa yang berasal dari pelosok daerah.

Kedatangan awalnya ke Bali ialah saat dirinya menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Negeri Udayana.

"Aku, 32th, perantauan dari pelosok daerah.

Hidup di Bali sudah 14 tahun.

Aku menjalani Pendidikan dokter hewan di Universitas Negeri Udayana tahun 2004.

Pulang kampung 2011 hanya untuk menikah, kemudian kembali ke Bali karena suamiku bekerja disini,"tulisnya dalam sepenggal cerita Layangan Putus.

Cantiknya Mommy ASF yang viral lantaran tulisan Layangan Putusnya
Cantiknya Mommy ASF yang viral lantaran tulisan Layangan Putusnya (Facebook)

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi langsung mengenai cerita viral yang kini beredar di sosial media.

Pantauan Sripoku.com dari akun Instagram, Ricky Zainal  yang disebut-sebut sebagai mantan suami dari Mommy ASF ini juga tampak tak membagikan aktivitas apapun pasca beredarnya berita ini.

Postingan terakhirnya pada 20 Oktober 2019 silam juga tampak dipenuhi oleh komentar dari sahabatnya.

Layangan Putus Viral, Akun Youtube Dakwah Diduga Milik Eks Suami Diserang, Identitas Asli Terungkap!

Herman Deru Pastikan Turnamen Sepakbola Piala Gubernur U-20 Kembali Digelar Tahun Depan

Mayat Pendaki Gunung Ditemukan, Puluhan Relawan Siap Mendaki Gunung Dempo Pagaralam Lakukan Evakuasi

Seperti pemberitaan sebelumnya, baru-baru ini sosial media dikejutkan dengan beredarnya cerita soal Layangan Putus oleh Mommy ASF.

Cerita yang bermula dari Facebook ini pun langsung viral dan banyak menjadi perbincangan apalagi di kalangan emak-emak.

Bukan tanpa sebab, kaum emak-emak ikut geram dengan cerita ini, pasalnya dalam cerita dengan tagar Layangan Putus itu mengisahkan seorang istri dengan empat orang anak yang ditinggal oleh suaminya demi wanita lain.

Layangan Putus adalah judul cerbung dari akun yang bernama Mommy ASF di salah satu grup kepenulisan ternama nasional yang dipimpin oleh Ayah Isa Alamsyah, suami dari Bunda Asma Nadia.

Layangan Putus adalah cerita bersambung di sebuah grup kepenulisan Facebook yang menceritakan tentang kisah rumah tangganya.

Dalam cerita nyata itu dituliskan bahwa suami yang dikenal religius bahkan punya beberapa channel YouTube dakwah ternyata diam-diam menikah dengan seorang selebgram yang dulunya sering gonta-ganti kekasih.

Bahkan dia dikenal dengan selebgram dada semangka oleh orang-orang.

Di sana diceritakan bahwa sang suami yang seorang pemilik channel Youtube dengan satu juta lebih subscriber itu ternyata berselingkuh dengan seorang selebgram sebelum dia menikahinya.

Alasan untuk pernikahan diam-diam itu adalah demi mempertahankan hijrah si perempuan.

Sang suami sempat menghilang 12 hari.

Istrinya kelimpungan mencari bapak dari 5 anaknya ini.

Sang suami pun pulang setelah 12 hari menghilang, setelah ditekan dia pun mengakui kalau dia melakukan honeymoon atau bulan madu bersama istri keduanya.

Setelah mengetahui pernikahan suaminya diam-diam, Mommy ASF ini pun memilih untuk bercerai dan berjuang untuk menghidupi anaknya sendiri.

Cerita pilu ini pun sontak saja membuat warganet dibuat geram.

Banyak yang menyebutkan jika akun dakwah mantan suaminya kini bahkan diserang oleh kaum emak-emak hingga memilih untuk menutup kolom komentar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi langsung dari kedua pihak mengenai cerita Layangan Putus yang kini tengah viral.

Umbar Urusan Ranjang Ini Respon Nagita Slavina Saat Barbie Kumalasari Rindu Suami, sampai Dicap Gila

Jualan Lagi Sepi Herman Nekat Mencuri Handphone di Rumah Sakit, Gini Modusnya!

BREAKING NEWS : Tim Wanadri Pencari Pendaki Hilang di Gunung Dempo Temukan Mayat Dekat Kawah Gunung

● PART 1 ●

Layangan Putus

By Mommy ASF

16.32

“mommi aku mau kumon habis ini.” ucap anak sulungku. Aku menatapnya sedikit tak percaya
“abang ngga capek sayang?”
“engga kok, kan aku kumon kan? Matematika ya mommi?”
Aku tersenyum mendengarnya. Kita masih setengah perjalanan menuju rumah dari sekolah.
Amir anak sulungku genap berusia 8 tahun awal bulan ini. Sekarang dia sudah duduk dikelas 2 sekolah dasar. Tahun lalu dia memang mengambil kelas bahasa inggris dan matematika di kumon. Namun kami putuskan untuk berhenti mengambil subjek Bahasa inggris karena Amir lebih tertarik belajar di English First. Lembaga les bahasa asing yang menitik beratkan pada latihan percakapan menggunakan bahasa inggris. Tak berselang lama matematika pun harus dihentikan, sebab bertabrakan dengan jadwal sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler.
Tetapi hari minggu kemarin, kudampingi dia mengerjakaan PR di buku tematik. Amir terlihat kepayahan dalam menyelesaikan soal matematika. Padahal saat masih belajar di kumon dia sangat lancar menjawab hitungan sederhana. Iseng aku tawarkan untuk kembali mengambil bimbingan matematika di kumon, dengan catatan berhenti sejenak les di EF, dengan tidak mengambil term selanjutnya. Selain karena sisa waktu nya yang terbatas aku juga mengkhawatirkan biaya nya. Ternyata respon nya cukup baik, terbukti dia menanykan hal ini.
“abang hari ini belum kumon dulu, mommi kan belum daftar ulang, insyaalloh bulan depan ya, doain mommi ada rejeki untuk bayar les kumon nya ya”
“hmm mommi gak punya uang ya?” pertanyaan polos nya membuat aku tersenyum. Tersirat dari ucapan nya, dia mengerti kondisi keuangan kami tidak sebaik tahun tahun sebelumnya, juga ada rasa ngilu karena apa yang diucapkan Amir ada benarnya.
“mmm sekarang beluum.. belum loh bukan TIDAK ada.. kalau buat belajar nya abang, mommi yakin nanti akan ada uangnya.”
Dia mengangguk dan kembali mengikuti lantunan murottal Ibrahim el-haq dari audio mobil.

16.55

45 menit kami berkendara akhirnya sampai dirumah. Kuparkir dengan rapi dan kumatikan mesin mobil.
“abang mandi ya sayang.. seger segerin badanya, istirahat sebentar, sambil siap siap ke masjid ya. Mommi mau bangunin adek ya..”
Amir turun dari mobil dan masuk ke dalam kerumah, sementara aku membangunkan pelan Arya yang tertidur di kursi belakang.
Kukeluarkan barang barang bawaan sekolah anak anak yang masih tertinggal di mobil seraya menggendong putra kedua ku.
Disambut Abi, putra keempatku dari dalam rumah, “mommi….” Dengan membuka kedua tanganya, ia meminta ku peluk.
Aku memang mengajarkan anak anaku setiap kali berjumpa harus saling peluk. Ya kami adalah team hugger.
Tapi kali ini di dekapanku ada Arya, sehingga aku hanya menyambut Abi dengan senyuman dan mimik bahagia.
“Adeeeek… sini sini sini” kuarahkan ia ke sofa ruang tamu, ku letakan pelan Arya yang juga mulai terjaga, kemudian ku dekap erat Abi.
“assalamualaikum sayang…” kuhujani pipinya dengan ciuman bertubi tubi.
“mmmmmmmhhhuuuaaahhh…. “ ia pun membalas mencium pipiku..
Arya yang sudah terbangun kupinta segera menyegarkan diri.
“Alman ngaji mba?” kutanya asisten rumah tanggaku yang sibuk merapikan tas anak anak.
“iya bu..” jawab nya singkat dan berusaha mengajak Abi main keluar
“ayok Abi, main sepeda … biar mami mandi dulu ya”

18.09

Adzan magrib berkumandang. Alman anak ketiga ku pulang kerumah setengah jam yang lalu, ia bersemangat menemuiku dan memamerkan hasil tulisan arab nya yang di nilai 90 oleh guru mengajinya. Bahagia itu sederhana. Dia senang sekali mendapat hadiah permen dari ustadzah karena sudah berhasil menghapal surah AL Asr.
Amir, Arya, dan Alman berlomba meraih tanganku untuk berpamitan, bergegas menuju mushola dan berlari, berlomba siapa yang lebih dulu sampai untuk menunaikan ibadah sholat maghrib.
Haru bahagia menyeruak ke dadaku.
MasyaAlloh.
Bahagia itu sederhana.
Mushola memang tak berjarak jauh dari rumah. Hanya terhalang satu rumah dari tempat kami tinggal. Anak anak sudah biasa berangkat sholat dan mengaji sendiri. Ini salah satu yang membuat aku terus berusaha mempertahankan rumah ini. Lokasi mushola yang sangat dekat dari rumah dan rasa kekeluargaan yang sangat erat antar tetangga ditengah keberadaan minoritas kami, menjadikanku sangat nyaman dan betah disini.

19.58

Anak anak masih belum pulang dari mushola, mereka mengerjakan sholat isya disana.
Arya memang tidak pulang sedari magrib tadi, berbeda dengan kakak dan adeknya. Amir dan Alman memilih makan malam selepas magrib di rumah. Sedangkan Arya di hari senin dan kamis terbiasa ikut buka puasa sunnah bersama di mushola.
Kulipat mukena dan sajadah ku, kurapikan tempat tidur kami.
Geruduk geruduk duk duk..
Langkah kaki anak anak berlomba menaiki tangga menyerbu masuk kekamarku
“assalamualaikum…” teriak mereka hampir bersamaan. Masing masing antri memelukku.
“mommi tadi makan nya pakai sateeee” laporan Arya.
“hooo abang Arya tadi gak pulang setelah magrib makan di mushola toh?” aku pura pura tidak tahu
“iyaa ini kan senin”
“hooo iya ya hehe.. mommi ga dibawain sate nih?” ucapku menggoda nya
“weeee ga boleeh.. kalau mau mommi ke mushola aja besok besok” aku hanya tersenyum mendengarnya.
Kupinta mereka segera berganti baju, bersikat gigi dan pipis.
Kutanya mereka apakah ada tugas sekolah atau tidak. Kompak semua menjawab tidak ada. Jadi kami habiskan malam itu dengan bermain di Kasur, mencoba jurus asal asalan ala boboiboi, kartun kesukaan mereka yang berasal dari negeri seberang. Hingga waktu nya tidur tiba, pukul 21.00. Tak jarang waktu tidur akan tiba lebih awal kalau salah satu diantara mereka mengalami ‘kecelakaan’ dalam bercanda. Signal kecelakaan muncul jika salah satu atau dua atau tiga atau bahkan keempatnya menangis.

22.54

Kupandangi wajah mereka satu satu, terlelap dalam ketenangan malam.
Kuciumi mereka dan terus kubisiki kata maaf. Kuusap rambut mereka perlahan, kembali kata maaf yang terucap untuk mereka.
Aku, 32th, perantauan dari pelosok daerah. Hidup di bali sudah 14 tahun. Aku menjalani Pendidikan dokter hewan di universitas negeri udayana tahun 2004. Pulang kampung 2011 hanya untuk menikah, kemudian kembali ke bali karena suamiku bekerja disini.
Suamiku, yang kini sudah resmi menjadi mantan. Perbedaan umur 7 tahun bukan jaminan sebuah hubungan akan berjalan tanpa hambatan.
Aku resmi menjadi janda setelah 8tahun pernikahan. Walau aku sudah menemaninya dari tahun 2005. Total aku mengenalnya adalah 14 tahun. Pernikahan kami menghasilkan 5 orang anak. Anak bungsuku meninggal saat kulahirkan 4bulan lalu.

Istigfar tak lepas dari bibir dan hatiku, kupandangi terus wajah anak anakku, kuucapkan maaf di sela sela istigfarku.
“Maafin mommi ya nak, semua tidak akan mudah seperti dulu, kita belum bisa liburan, kemping bersama, membuat api unggun, membakar kayu.. untuk sekarang.. tapi Alloh pasti beri jalan.. pasti kalau kita mau bersabar kita akan liburan kemanapun abang mau..” lirih kubisikan ke telinga Amir, kuciumi pelan pipinya
“Arya anak sholeh, hari kamis puasa sunnah beneran ya nak, insyaAlloh robot yang Arya mau akan ada jalanya nanti kita beli, semangat hapalan quran ya sayang.. mommi minta maaaf Arya belum bisa beli mainanya sekarang ya” kusapu lembut pipinya yang basah terkena airmataku
Tak terasa aku menangis..
“mommi minta maaaaaaaf ya adek,, adek kangen daddy insyaAlloh ketemu weekend ya nak.. doakan daddy sehat ada waktu untuk main lagi sama Alman ya” kali ini aku terisak pelan.. kutahan sesenggukku karena Alman merespon dengan mengubah posisinya. Aku takut membangunkanya. Teringat pertemuan terakhir mereka, Alman menangis mendengar suara mobil daddy nya pergi.
Terakhir Abi.. hanya pelukan yang sanggup kuberikan pada bayiku yang masih berusia 2 tahun ini. Kuciumi ubun ubun nya. Sambil kutiup pelan dan kusematkan doa “Robbi habli minash sholihiin” berulang kali.

Istigfar berulang ulang kali kulantunkan. Teringat spp Salman yang belum kulunasi.
Dan siang ini aku mendapat surat cinta dari PLN. Seorang petugas menaruh surat peringatan akan adanya pemutusan sementara aliran listrik bila tidak segera melakukan pembayaran. Berbagai kekhawatiran melintas dipikiran.
Seperti layangan putus, rasanya badan ini pengen oleng mengikuti kemana angin bertiup.
‘Grooook…fiuuuhhh…ggrrkkk…fuuuuh..’ suara dengkuran abang Amir membuyarkan lamunanku
‘astagfirullah wa atubu illaih….’ Aku keraskan dzikirku, ku sadarkan diriku,
‘astagfirullah…’ ku lihat kembali malaikat malaikat mungilku satu persatu.
Aku punya Alloh untuk bersandar, tidaklah aku harus panik.
Daddy mereka boleh saja memutus komunikasi dengan ku, ibu dari anak anaknya, bersikap acuh dan mencabut segala fasilitas dirumah ini, menghapus supir untuk anak anak, dan tidak mau mensuport biaya hidup anak anak, biaya pendidikan dan kesehatan. Aku punya Alloh untuk bersandar. Aku punya Alloh untuk meminta dan memohon.
Anak anakku akan jadi anak bahagia yang sukses dunia dan akhirat.
Kutatap wajah wajah polos mereka yang tanpa dosa, suatu saat nanti mereka akan menjadi orang orang hebat yang menerangi dan bermanfaat orang orang disekelingnya dimana pun mereka berada.
Aku hapus airmataku, kuteguk air putih yang memang sudah disiapkan embak ku setiap hari sebelum kami menuju tidur. Berjalan aku menuju kamar mandi dan berniat melakukan sholat sunnah 2 rakaat sekadar untuk curhat dengan Alloh. Tapi sebelum sampai kamar mandi langkahku terhenti melihat ponsel ku bergetar. Ah panggilan dari nomor tak dikenal. Kulihat jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Aku memilih tidak mengangkat telepon dari nomor tak dikenal diwaktu menjelang tengah malam. Kulanjutkan menuju kamar mandi. Kutunaikan niatku untuk sholat sunnah. Berlama lama aku sujud memohon ampun, curhat kepada sang pencipta. Sajadahku basah oleh airmata.

03.10

Aku terbangun dari sajadahku, tergopoh mendatangi Abi dan mengambil botol kosong, kuisi segera dengan susu UHT yang sudah tersedia di meja samping tempat tidur. Ku berikan ke bibir mungilnya, seketika tangisnya berhenti. Aku bersiap melanjutkan tidur, ku cari dulu ponselku karena ingin memundurkan alarm subuh. Aku ingin istirahat lebih lama karena kurasakan kepala ini masih sakit akibat menangis semalam, dan sepertinya mataku bengkak.
‘neneeeeeeeek im coming home! C u next week di bali! Sambut gue dengan tari hula hula.lets start some business. I love you’ isi pesan singkat dari nomer handphone itu.
Ternyata semalam telepon dari Dita. Sahabatku saat kuliah dulu. Dia memang mengabarkan akan kembali ke Indonesia setelah bekerja sebagai dokter hewan di Canada selama dua tahun.
‘Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmusshoolihaat’
Dita mungkin bukan jawaban dari segala permasalahanku, tapi pesan singkat nya tidak mungkin sebuah kebetulan. Allah yang Maha Baik yang mengatur segala pertemuan dan perpisahan.
Melalui pesan nya Dita membangkitkan semangatku.
Bismillah, kedukaanku hari ini bukanlah akhir dunia.
Dengan menyebut nama Alloh kupeluk Abi yang masih sibuk menyedot botolnya sambil terpejam. Kupasrahkan hidup dan matiku esok pada hanya kepada Alloh pemilik alam semesta.

——————————
#truestory #kisahnyata

Deretan Seleb Ini Miliki Nama Unik & Sangat Panjang, Ternyata Ini Nama Asli Ade Rai dan Dik Doank!

Luar Biasa, 4 Seleb Tanah Air Ini Ketahuan Cuma Follow Satu Akun Instagram, Dianggap Bucin!

Terlibat Cinta Lokasi, Asmara 8 Seleb Ini Berujung ke Pelaminan, No 4 Sempat Putus Langsung Lamaran!

● PART 2 ●

by Mommy ASF

Layangan Putus part2

19 september 2019

Lembar putusan pengadilan agama mengenai perceraian sudah kuterima. Aku hela nafas panjang. Lega, sedih, sesak, bercampur di setiap hembusan nafas. Aku baca lagi berulang.

"Alhamdulillah" batinku, berusaha menyempatkan untuk bersyukur dalam setiap keadaan.

Resmi sudah aku sendirian. Aku yang bertanggung jawab atas diriku sendiri, dan menanggung segala keputusan kedepan.

Seperti kehilangan satu kaki, aku berusaha tetap tegak melangkah. Pun selama setahun setengah menjalani poligami, yang aku rasakan memang kakiku sudah sakit sebelah. Ibarat dalam sisi medis, saran terbaiknya adalah mengamputasi kaki yang sudah luka dan membusuk. Sebelum menjalar menyakiti organ lainya.

Tin tiiin tiiiin

Klakson mobil dibelakang mengagetkanku, aku sadar dan memacu mobilku menuju rumah.
Aku bergegas mandi sesampainya dirumah. Jarang aku berlama lama di kamar mandi. Tapi, kali ini, aku betah berdiri dibawah kucuran air.

**

12 february 2018

Selesai subuh, aku mencari suami, ingin menggodanya. Semalam, ia tak masuk kamar melihatku, atau sebenarnya dia sudah melakukannya, saat aku tertidur lelap.
Kubuka kamarnya, sepi.

"Oh, mungkin belum pulang sholat subuh dari mushola," batinku. Tapi, terlihat kamar masih rapi. Selimut terlipat, bantal dan guling masih tersusun. Tidak terlihat kasur yang habis ditiduri.

Aku bingung, suamiku tidak izin menginap di kantor. Kuambil ponsel dan menghubunginya. Tersambung, tapi tidak ada jawaban. Kuulangi hingga berkali kali . Nihil.

Kulihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, langit sudah terang, gak mungkin dia di mushola selama ini. Aku mulai jengkel, kutelepon supir kantor. Kucecar Selamet dengan pertanyaan.

“Lho Mba, sampeyan kan, istrinya! Moso mas Arif ga ada ngabarin?” jawab Selamet kaget.

“Kemana dia?”

“Ga tau aku mba! Cuma nganter ke bandara tok wingi....”

Reflek kuperiksa brankas mini yang terletak dilemari. Pasportnya tidak ada. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalaku.
Aku duduk dikamarnya mencari pentunjuk.

Semenjak anak keduaku lahir, memang suami lebih nyaman tidur dikamar ini. Kecil tapi tenang baginya, tidak terganggu suara tangis bayi.

Setiap pulang kantor seringnya malam hari, rutinitas kami adalah bercengkrama di ruang tv sampai lelah. Dia terkadang mengajakku bercerita di kamar ini sampai terlelap. Kemuadian aku pindah ke kamar utama kami, karena di sanalah anak anak kami tidur. Arya masih sering terbangun tengah malam berteriak mencariku, minta dipeluk.

Kusadari kameranya tidak ada. Kemarin, dia memang pamit akan pemotretan untuk liputan motor BMW, karena itu, koper cabinnya yang berisi kamera dibawa serta.
Tak ada pikiran aneh Aku percaya semua kalimat suamiku. Tapi, kenapa dia pergi tidak jujur padaku! Kemana dia?

Aku ingat lagi, kemarin tidak ada yang aneh, tidak ada yang salah. Sebelum dia pergi dari rumah, kami bercumbu mesraaaa sekali. Hubungan kami bahkan sedang hangat hangatnya. Dia sering menggodaku belakangan ini. Dan aku sedang hobi mengumpulkan lingerie untuk menyenangkannya.
Kami sedang semangat berolahraga agar lebih fit. Sehingga Ranjang kami hidup sekali. Terlebih lagi, aku sangat percaya dia. Dia pemilik channel dakwah di youtube. Mas Arif paham, menyentuh lawan jenis adalah haram baginya. Bahkan, menundukan pandangan terhadap wanita non mahrom adalah kewajiban. Aku percaya betul suamiku.
Tapi, kemana dia?

***

24 februari 2018

Hatiku berdebar menjemput suamiku dibandara. Akhirnya, setelah 12 hari pencarian, dia mengabarkan akan pulang. Mas Arif memintaku menunggu dirumah. Tapi rasa khawatirku memuncak sudah. aku tidak bisa duduk manis menunggunya di rumah. Segera kupacu mobil menuju bandara.

Teringat, 10 hari lalu, aku penuh kebingungan mencarinya, semua kemungkinan berkecamuk di kepalaku. Apakah ia pergi dari rumah tanpa kabar untuk jihad? Apakah ia ke timur tengah? Karena salah satu ustadz kenalan kami ada yang pernah mengajaknya meliput ke Suriah saat itu. Misinya untuk membuka mata dunia bahwa Suriah butuh pertolongan.

Kutangisi niatnya saat itu. Aku tak rela dia pergi ke timur tengah. Karena itukah, dia saat ini pergi tanpa pamit? Atau apakah dia bermasalah dengan pihak bea cukai dan kemudian ditahan? Atau dia sedang terancam bahaya? Diculik dan diancam pihak lawan bisnis?
Aku tak yakin dengan semua firasat tentang kepergiannya. Yang ada hanya kecemasan yang luar biasa.

Sepuluh hari lalu akhirnya teleponku diangkat olehnya.

“Mbi aku titip anak anak" ujarnya buru buru.

“Kamu mau kemana? Kamu mau kemanaaa?" cecarku.

“Aku di Jakarta! Mas, pergi dulu. Kamu di rumah baik -baik sama anak anak ya. Aku titip anak anak ya, Mbi. I love you."
bip bip bip... terputus.

Tidur ku tak tenang. Makanku tak nyaman. Duniaku berhenti berputar. Aku terus bertanya kemana? Dimana? Kenapa bisa dia pergi? Apa yang disembunyikan dariku?

Rekan kerjanya kudatangi untuk mencari info, nihil. Kerabat yang berposisi AKBP, kupinta bantuan melacak nomor gawainya, gagal.
Nomor terdeteksi di daerah pelosok jawa tengah. Namun, kerabatku menyatakan bahwa pelacakan satelit belum tentu akurat. Hingga Kucari hacker untuk menemukannya, tapi tetap tak ada hasil.

[ Mbi, sehaaat? Kamu harus sehat ya Sayang. Anak anak tadi nonton black panther, rindu kamu banget] isi pesanku.

Mbi adalah panggilan sayang kami. Aku lupa apa yang menyebabkan kami saling memanggil Mbi. Mungkin dari baby kemudian beralih menjadi Mbi.

Hanya muncul centang satu, tak lama centang dua, tapi tak pernah centang itu berubah warna menjadi biru. Pertanda tidak dibaca.
Kukirimi mas Arif foto dan voice note suara anak anak. Tak ada respon.

[Mbi, aku ga tau kamu dimana, sedang apa, aku salah apa? Mbii, aku janji akan sering masak, pulang ya, Mbi]

[Aku kebangun kepikiran kamu, dimana kamu, Mas?]

Seperti biasa, pesanku hanya centang saru, beberapa menit kemudian centang dua tapi, tak pernah menjadi biru.

[Mbii, aku kejakarta sekarang! Aku tak peduli jika harus hilang disana! Aku akan mencari mu sampai ketemu!] Pesanku.

Kemudian dibalas.

[Jangan sayang, batalkan kepergianmu ke Jakarta. Aku akan pulang besok!]

[Kapan?] balasku singkat.

[Besok malam, Sayang. Tunggu aku ya!]

Kutelepon dia, masih tak diangkat. Lalu kuhujani mas Arif dengan pesan singkat.

[Kirim tiket mu!]
kukirim berulang pesan itu hingga dia merespon.

[Citilink 24/2, jam 17.00. Tunggulah di rumah! Isya nanti, aku sudah di rumah, Mbi] jawabnya.

*

Suasana hening di mobil. Dia menyetir dan aku duduk dikursi penumpang menatap jalan, tapi pikiranku entah kemana.

“Mau makan?”

“Kamu darimana?” jawabku

“Ok. Kita bicara di rumah, ya."

Setiap dia membuka percakapan aku terus menjawabnya dengan kalimat yang sama.

"kamu darimana?"

Dia ganteng sekali, rapi, bersih dan wangi. Suamiku memang cenderung metroseksual, dia sangat peduli akan penampilan. Tapi, bukan itu yang menbuatku jatuh cinta. Bukan fisik bukan pula harta.

Teringat saat pertama kami merintis usaha ini, aku membantunya berjualan kartu perdana seluler kepada para bule di kuta, sambil kuliah. Menjajakan pulsa dan menyewakan handphone kepada para turis. Mas Arif yang mengajari aku untuk tangguh, mengenalkan arti kerja keras.
Romantisme muncul saat uang kami tersisa sepuluh ribu. Mas Arif membeli dua bungkus nasi jinggo, masing masing seharga empat ribu. saat dimakan ternyata sudah basi.
Mas Arif tampak kecewa tidak bisa memberiku makanan yang layak. Sisa uang dua ribu, dibelikan gorengan untukku. Itulah, satu satunya makanan yang masuk keperutku. Aku terenyuh sekali. Romantis!

*
Mobil kami memasuki rumah. Anak anak menyambut dan memeluknya. Mereka rindu sekali. Selesai bermain, Arif bergegas mandi. Dan aku menidurkan anak anak. Setelah mereka terlelap aku duduk diruang tv menanti jawaban dari berbagai pertanyaan belasan hari belakangan ini.

*

27 February 2019

Tanganku lancang membuka handphone Arif. Setelah pengakuannya yang lalu, aku masih belum berdamai dengan diriku. Perasaan hancurku membuat enggan membahas atau bertanya lebih jauh.
Aku memilih mencari tahu dengan tanganku sendiri. Pun Arif, terkadang sosok yang dingin. Tidak sedikitpun dia berusaha mengajakku bicara, meminta maaf atau menenangkanku.

Ponselnya disembunyikan di atas rak buku. Tak sadar airmataku mengalir. Kutemui ratusan foto mereka. Hatiku tersayat ... ngilu. Aku dalam kecemasan yang amat sangat saat ia menghilang selama 12 hari.

Tapi mas Arif tidak hilang. Dia hanya berhoneymoon di Cappadocia. Kota impianku.
Aku memang sudah pernah pergi ke Turki saat menunaikan ibadah umroh, bersamanya. Tapi, kali itu kami tidak menyentuh Capadocia. Betapa remuknya hatiku melihat dia sudah pergi kesana lebih dulu dengan istrinya yang baru. Istri muda yang baru 12 hari dinikahinya.
Aku tak kenal perempuan itu. Aku tak pernah bertemu perempuan itu.
Yang kutahu dari suamiku, wanita itu cantik dan muda.

Aku marah dan murka. Aku merasa dikhianati. Maaf dari Mas Arif tak cukup membuatku tenang.
Ya Rabb... Ampuni aku.

*

19 september 2019

Selesai mandi, aku segera berpakaian. Ini mandi ke lima ku hari ini. Entah karena gerah atau karena kebutuhanku saat ini. Menyenangkan sekali berada dibawah kucuran air. Airmataku bias dengan jatuhnya air yang menyentuh wajah. . Seperti di pijat, kutengadahkan wajahku menghadap shower. Mata, pipi, dan dahi terkena pancuran air terasa yaman sekali.

Aku sudah segar, rapi dan wangi. Melangkah menuju kamar tidur, kulihat jam dinding sudah menunjukan angka sebelas malam. Anak anak tersusun rapi terpejam dikasur.

Bukan saatnya tumbang, aku bukan layangan putus yang tak tentu arah. PR ku masih banyak, keempat anak ini punya masa depan yang indah. Aku percayakan semua pada penopangku Alloh sang Maha Baik.

Jauh dilubuk hati, doaku untuk mantan suami. Aku tidak mampu lagi menunaikan kewajiban sebagai seorang isteri untuknya. Dia resmi bukan milikku sekarang, kulepaskan segala memori perjuangan cinta kami yang dulu.

Aku sudah tidak terikat sebagai istrinya. Semoga ia diberi kesehatan, kelancaran dalam segala urusan. Bukan saatnya memaki. Sampai kapan pun,Aku tak boleh bermusuhan. Dia adalah ayah anak anakku. Kuselipkan namanya dalam doa doaku.

#layanganputuspart2
#realstory
#truestory
#kisahnyata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved