Belanja di Pasar 16 Ilir Palembang, Lansia Ini Merasa Dihipnotis, Cincin Emas Ditukar Emas Palsu

Diduga terkena hipnotis, ibu rumah tangga Maria Rukmini Murti (76) tertipu dengan emas palsu yang ditawarkan oleh orang tak dikenal

Belanja di Pasar 16 Ilir Palembang, Lansia Ini Merasa Dihipnotis, Cincin Emas Ditukar Emas Palsu
sripoku.com/andyka wijaya
Maria Rukmini Murti (76) saat melapor di Polresta Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga terkena hipnotis, ibu rumah tangga Maria Rukmini Murti (76) tertipu dengan emas palsu yang ditawarkan oleh orang tak dikenal saat hendak ke pasar 16 Ilir untuk membeli kebutuhan warung miliknya.

Warga Jalan Prajen, Kelurahan Prajen, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin harus menyesali keputusannya untuk menerima tawaran tersebut.

Akibatnya Maria harus kehilangan satu buah cincin emas seberat setengah suku dan uang tunai Rp 1 juta yang ditularkan dengan emas palsu seberat 3 suku.

Menurutnya kejadian tersebut terjadi pada Senin (4/11/2019) sekitar pukul 09.00 di halaman Masjid Agung, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil.

"Saya hendak ke pasar 16 Ilir untuk berbelanja kebutuhan warung, namun pas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) datang orang tidak saya kenal menawarkan emas 3 suku lantaran butuh uang," ungkapnya.

Tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan terlapor ini, pelapor lantas menyerahkan cincin emas setengah suku dan uang Rp 1 juta kepada terlapor.

"Saya awalnya curiga pak, tapi lantaran adanya kwitansi pembelian jadi saya percaya, kemudian saya ingin menjualnya di toko emas di daerah pasar 16 Ilir," katanya.

Namun bukannya untung malah pelapor buntung lantaran sudah di cek di toko emas, ternyata emas yang didapatkan tersebut palsu.

"Mendengar emas itu palsu dari pemilik toko saya lemas pak, dan memutuskan melaporkan kejadian ke Polresta Palembang," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penipuan yang dialami oleh korban.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara empat tahun penjara," tutupnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved