Berita Palembang

PT Ginting Jaya Energi Tbk Melantai di Papan Bursa Efek Indonesia, Perusahaan Energi Asli Sumsel

PT Ginting Jaya Energi Tbk meluncur di papan utama dan syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan awal kedua November ini.

Laporan wartawan sripoku.com, JAti Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Emiten swasta murni pertama asal Sumatera Selatan (Sumsel), PT Ginting Jaya Energi Tbk melantai di papan utama dan syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan awal kedua November ini.

Melantainya perusahaan energi ini atas penerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP -68 /D.04/2019 tentang.

Penetapan Saham PT Ginting Jaya Energi Tbk sebagai Efek Syariah, pada Kamis (31/10/2019).

Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan KEP-29/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019 tentang Daftar Efek Syariah.

Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT Ginting Jaya Energi Tbk.

Mahasiswi Unsri Jurusan Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Tewas Digilas Truk Tronton

Dies Natalis ke-59, Rektor Unsri Berharap Karya Penelitian yang Ada Dapat Dimanfaatkan Masyarakat

Rumah Rusli dan Desi Rata dengan Tanah Disapu Longsor di Desa Muara Lematang Sungai Rotan Muaraenim

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

"Sah sudah perusahaan energi asli Sumsel ini masuk bursa saham. Tanggal listing perdana di kisaran 7 - 8 November 2019," kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Palembang, Hari Mulyono, Jumat (1/11/2019).

Hari menyebutkan, sebelum PT Ginting Jaya Energi Tbk ditetapkan sebagai emiten baru, di Sumsel hanya ada tiga perusahaan yang mencatatkan diri di bursa saham.

Dua di antara perusahaan tersebut adalah BUMN yaitu PT. Semen Baturaja dan PT Bukit Asam.

Sementara untuk perusahaan swasta Nasional adalah PT Sampoerna Agro.

Sementara untuk BUMD, lanjut Hari, pihaknya bersifat tidak memaksa untuk melakukan hal serupa seperti ketiga perusahaan lokal tersebut namun lebih diharapkan untuk bisa gunakan sarana obligasi atau sukuk.

"Kami tidak menargetkan perusahaan atau BUMD untuk segera IPO tapi mudah-mudahan ada yang minimal mau lepas surat utang," ujarnya.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved