Kualifikasi Piala Asia U16 2020

Penyebab Alfin Lestaluhu Meninggal, Encephalitis atau Radang Otak

Penyebab Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena mengidap radang otak setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit

Penyebab Alfin Lestaluhu Meninggal, Encephalitis atau Radang Otak
SRIPOKU.COM/Kolase
Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Alfin Lestaluhu Pemain Timnas U 16 Indonesia Meninggal Dunia 

SRIPOKU.COM - Kabar duka datang dari salah satu pemain timnas U-16 Indonesia, Alfin Lestaluhu yang meninggal dunia pada Kamis (31/10/2019) malam karena radang otak.

Penyebab Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena mengidap radang otak setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Alfin Lestaluhu sempat di RST Ambon sebelum di pindahkan ke Jakarta, pasca kota kelahirannya itu terdampak bencana alam gempa bumi.

VIDEO - Gol Alfin Lestaluhu ke Gawang Filipina yang Turut Bawa Indonesia Lolos Piala Asia U-16 2020

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Alfin Lestaluhu Pemain Timnas Indonesia U 16 Meninggal Dunia

Jadwal Lengkap Kualifikasi Piala Asia U 19 - Timnas Indonesia Laga Perdana Hadapi Timor Leste

Dilansir BolaStylo.com dari Antaranews.com, berdasarkan keterangan dokter pemain timnas U-16 Indonesia yang berposisi sebagai bek kanan itu menderita encephalitis atau radang otak.

Hal ini menjawab banyak pertanyaan penggemar sepak bola yang terkejut dan penasaran ketika Alfin Lestaluhu tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit pasca Ambon terdampak gempa bumi.

Setelah sempat mendapat perawatan di RS Tentara Ambon, ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Terkait encephalitis, menurut US National Library of Medicine, penyakit ini menyerang seseorang melalui infeksi virus atau bakteri.

Dalam tingkat yang dapat disebut parah, gejala radang otak dapat menimbulkan sakit kepala berat, demam mendadak, muntah, mengantuk, merasa bingung hingga kejang.

Encephalitis menyebabkan pembengkakan akut pada otak yang disebabkan oleh infeksi virus, sistem imun mengalami kelainan dan malah menyebabkan menyerang jaringan otak.

 
Menurut Kompas.com, penyakit ini cenderung muncul tiba-tiba dan berkembang sangat cepat, penanganan yang dibutuhkan pun juga harus cepat pula.

Halaman
12
Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved