Parkir Kendaraan Tidak Tertata Dengan Baik Bikin Pengunjung Malas Masuk Pasar Pangkalan Balai

Parkir kendaraan roda dua di Pasar Pangkalan Balai Banyuasin semrawut. Sehingga akses jalan menuju pasar kerap kali menyebabkan kemacetan.

Parkir Kendaraan Tidak Tertata Dengan Baik Bikin Pengunjung Malas Masuk Pasar Pangkalan Balai
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Pengunjung pasar mengeluhkan tatanan parkir tidak teratur yang menyebabkan akses jalan ke pasar Pangkalan Balai sering macet. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

Parkir Kendaraan Tidak Tertata Dengan Baik Bikin Pengunjung Malas Masuk Pasar Pangkalan Balai

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Parkir Kendaraan Tidak Tertata Dengan Baik Bikin Pengunjung Malas Masuk Pasar Pangkalan Balai

Parkir kendaraan roda dua di Pasar Pangkalan Balai Banyuasin semrawut. Sehingga akses jalan menuju pasar kerap kali menyebabkan kemacetan.

Pantauan di lokasi pasar Pangkalan Balai, Kamis (31/10/2019) juru parkir yang berada di lokasi pasar tidak menata kendaraan yang hendak parkir. Ditambah, pedagang pasar masih membuka dagangannya di luar lapak pasar.

Sehingga akses jalan selebar empat meter ditambah bahu jalan dua meter itu, dijadikan lahan parkir. Maka itu, terjadi penyempitan jalan menuju pasar, berdampak kemacetan tanpa pengaturan.

"Pasar Pangkalan Balai ini tidak begitu ramai oleh pengunjung. Namun, akses jalan pasar selalu macet yang disebabkan parkir sembarangan," kata Budi pengunjung pasar yang mengeluh kurangnya penataan dari pemerintah.

Untuk itu, Budi berharap dinas perhubungan bisa mengarahkan petugas parkir untuk menata kendaraan pada tempatnya, dan tidak menyebabkan kemacetan. Begitu juga, pedagang dilarang membuka lapak di badan jalan.

"Sepeda motor parkir sembarangan, karena tak ada larangan parkir," timpal warga yang membuat males untuk melangkah ke pasar kalau tidak ada keperluan. Padahal retribusi pasar setiap hari ada penarikan.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Pangkalan Balai Nazirwan SH mengatakan, pihaknya sudah berulang kali meminta pedagang agar berjualan ditempat yang telah ditentukan. Namun, pedagang masih memaksa berjualan dipinggir jalan.

“Ini memang bukan seizin kami. Sudah berulang kali diingatkan masih saja tetap bandel. Kami imbau pedagang kembali berjualan di los yang telah disediakan, jangan berjualan dipinggir jalan,” imbau dia.

Untuk pendataan parkir, itu wewenang dinas perhubungan dan sudah ada petugas parkir. "Saya akui, masih banyak pedagang nakal, yang enggan menempati los pasar dan memilih berjualan di bahu jalan," ujar Nazirwan yang terus mencoba memberikan arahan kepada pedagang untuk masuk ke los pasar.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved