Breaking News:

Sepanjang 2019, 50 Penyelundupan Migas Digagalkan Polda Sumsel, Terbaru 40 Ton Minyak Mentah

selama tahun 2019 ada 50 perkara dengan jumlah tersangka 86 orang, 13 perkara sudah lengkap dan berkasnya sudah dikirimkan ke kejaksaan

Editor: Refly Permana
sripoku.com/haris widodo
8 tersangka pengangkutan minyak Iligal Diamankan Dirkrimsus Polda Sumsel, Rabu (30/10/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, mellaui Direktur Krimsus, Kombes Pol Zulkarnain, mengatakan pihaknya baru saja menangkap delapan transportir minyak mentah diduga ilegal.

Mereka diamankan ketika melintas di kawasan Tanah Mas Banyuasin.

"Saat saya masuk di Polda Sumsel saya perintahkan Dirkrimsus untuk menyelidiki penyelundupan migas, mulai dari penambangan, eksploitasi dan usaha ilegal.

Kami sudah melakukan penyelidikan, selama tahun 2019 ada 50 perkara dengan jumlah tersangka 86 orang, 13 perkara sudah lengkap dan berkasnya sudah dikirimkan ke kejaksaan, 37 masih dalam penyelidikan.

Terakhir kita tangkap 8 orang beberapa waktu lalu," kata Zulkarnain, Rabu (30/10/2019).

Dari data Ditkrimsus untuk tahun 2019 penyelundupan minyak mentah yang digagalkan sebanyak 95 ton, solar sebanyak 96,67 ton, premium 77, 1 ton, dan minyak tanah sebanyak 66,2 ton.

Minyak yang diamankan ini, berasal dari sumur-sumur warga yang mengelola secara ilegal baik perorangan atau perusahaan.

Pengelolaan sumur minyak di Muba dinyatakan karena ada dalam undang-undang bila perlu perizinan khusus untuk mengelola air, minyak, dan gas.

Seeprti di Babat Toman Muba yang merupakan wilayah kaya akan minyak bumi.

Bahkan, banyak pendatang yang mengelola dan menyuling minyak minyak di sana secara ilegal atau tanpa izin.

"Informasi sementara, minyak yang diangkut ini dibawa ke Lampung dan Banten. Kalau harga bbm ini di jual di bawah harga pasar.

Mereka jual mentah atau disuling. Minyak tersebut berbahaya kalau dipakai warga karena oktannya rendah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved