Wawancara Eksklusif dengan Kepala PPATK

Jual Beli Rekening Modus Pencucian Uang

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan sepuluh tahun terakhir di Sumsel transaksi mencurigakan mencapai 7616 transaksi.

Jual Beli Rekening Modus Pencucian Uang
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin 

MODUS pencucian uang beragam saat ini. Mulai dari menggunakan identitas palsu, menggunakan nama orang lain hingga jual beli rekening. Sumsel sendiri paling besar sektor penipuan mengenai transaksi mencurigakan tersebut. Penipuan berjumlah 2745 transaksi.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan sepuluh tahun terakhir di Sumsel transaksi mencurigakan mencapai 7616 transaksi. Dari total jumlah tersebut nilai transaksi mencurigakan mencapai Rp 2 triliun lebih.

Bagaimana kondisi itu bisa terjadi berikut wawancara khusus Kepala PPAT Kiagus Ahmad Badaruddin, Selasa (29/10)

Apa fungsi dan tugas PPATK ?
PPATK merupakan lembaga sentral yang mengkoordinasikan pelaksanaan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia.
Sebagai lembaga intelijen keuangan, PPATK salah satunya memiliki tugas dan fungsi untuk menerima laporan transaksi keuangan dari pihak pelapor.

Apa peran PPATK dalam menjaga stabilitas keuangan dan pencegahan hukum di Indonesia ?
PPATK sebagai lembaga independen yang dibentuk dalam rangka mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang. Mempunyai beberapa peran strategis yaitu turut serta menjaga stabilitas system' keuangan dan membantu upaya penegakan hukum untuk menurunkan angka kriminalitas.

Beberapa transaksi yang mencurigakan di Sumsel ?
Di Sumsel transaksi mencurigakan mencapai 7616 transaksi.

Mencapai berapa nilai dari transaksi tersebut ?
Dari total jumlah tersebut nilai transaksi mencurigakan mencapai Rp 2 triliun lebih

Kabupaten kota di mana dari data tersebut ditemukan paling banyak ?
Pertama Palembang 77,3 persen nomor dua Lubuklinggau 5,2 persen.

Item apa saja dari transaksi tersebut yang ditemukan ?
Mayoritas penipuan dan ada korupsi, narkoba, perbankan dan ada terorisme.

Mayoritas pihak mana yang terlibat dari transaksi tersebut ?
Perorangan, pengusaha, pegawai swasta dan PNS termasuk pensiunan.

Berapa nominal transaksi tertinggi dari transaksi mencurigakan di Sumsel ?
Nominal transaksi tertinggi mencapai Rp 114 miliar

Apa modus yang digunakan dalam pencucian uang sekarang ?
Modus pencucian uang beragam saat ini. Mulai dari menggunakan identitas palsu, menggunakan nama orang lain hingga jual beli rekening.

Bagaimana cara jual beli rekening ?
Rekening yang digunakan milik orang lain, kemudian dibeli tapi tetap menggunakan identitas pemiliknya semula. Tapi rekening tersebut sudah berpindah tangan.

Dari jumlah tersebut berapa yang terindikasi pidana ?
Ada 3889 terindikasi pidana atau 51,1 persen. Ada yang jual beli rekening. Yang bersangkutan menggunakan rekening milik orang lain untuk menampung uang miliknya dari hasil pencucian uang.
Tindak pidana pencucian uang masih menjadi modus utama yang digunakan pelaku tindak pidana korupsi dan kejahatan terorisme. Mereka kerap menyamarkan transaksi keuangan melalui rekening pihak lain agar tidak terendus. (axl)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved