Human Interest Story

Ketika 48 Komika Bertutur Pakai Bahasa Silampari

Lomba bercerita lucu ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Musirawas bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Ketika 48 Komika Bertutur Pakai Bahasa Silampari
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Sebanyak 48 peserta mengikuti lomba bercerita lucu (semacam stand up komedi) di halaman Kantor Bupati Musirawas, Senin (28/10/2019). Lomba bercerita lucu ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Musirawas bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019. 

MENDENGARKAN seorang komika yang lagi tampil di stand up komedi dengan bahasa Indonesia atau bahasa kekinian, itu sudah biasa. Tapi coba bayangkan, jika seorang komika menggunakan gaya bahasanya dengan bahasa daerah. Itu ujian terberat bagi komika. Dan itu dibuktikan 48 peserta yang ikut dalam kompetisi lomba bercerita lucu (semacam stand up komedi) di halaman Kantor Bupati Musirawas, Senin (28/10).

Lomba bercerita lucu ini digelar DinasPemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Musirawas bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda28 Oktober 2019. Syaratnya menggunakan bahasa Silampari atau bahasa khas masyarakat Kabupaten Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara.

Bahasa yang bisa digunakan untuk mengikuti lomba tersebut antara lain Bahasa Col atau bahasa Marga Sindang dan bahasa Musi. Selain itu, peserta lomba juga dapat menggunakan bahasa Jawa. Disnilah tampak kelucuan bercampung grogi berkalakar dengan bahasa daerah, terkadang komika sedikit binggung menggunakan diksi yang tepat. Namun disitulah, tantangannya.

Wakil Bupati Musirawas Hj Suwarti saat membuka kegiatan mengatakan, lomba bercerita lucu berbahasa Silampari ini bertema "Pemuda Cinta Ragam Bahasa".

Dikatakan, lomba bercerita lucu berbahasa Silampari ini merupakan ajang pemersatu dan sebagai ajang silaturahmi bagi pemuda.

Menurutnya, kegiatan ini diikuti pemuda yang ada di Bumi Silampari dan bertujuan mengasah bakat yang dimiliki pemuda. Juga untuk menjaga norma dan ragam bahasa yang ada di Bumi Silampari serta melestarikan aneka budaya daerah (lokal). Selain itu juga membangun rasa menghargai dan menghormati perbedaan suku, budaya, seni dan tutur bahasa dalam kerangka memperkokoh kesatuab bangsa.

"Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan bakat bercerita lucu bagi pemuda khususnya dalam menjaga ragam bahasa Silampari. Saya ucapkan selamat berlomba, semoga kemenangan bisa diraih sesuai usaha saudara dalam mengikuti lomba bercerita lucu ini," kata Hj Suwarti. (zie)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved