Semburan Air dari Sumur Bor di OKI, Pengamat: Confined Aquifer

Ahli Geologi Sumsel Dr Budhi Kuswan Susilo ST MT mengatakan bahwa kejadian ini disebut dengan Confined Aquifer atau Akuifer Tertekan/terbatas.

Semburan Air dari Sumur Bor di OKI, Pengamat: Confined Aquifer
Kolase Sripoku.com
Warga di OKI Heboh, Sumur Bor Semburkan Air Setinggi 25 Meter, Keluarkan Batubara, Rumah Warga Jebol 

PALEMBANG, SRIPO -- Fenomena alam yang terjadi di desa G 2, Bumi Makmur Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI menjadi perbincangan warga sekitar hingga warganet.

Diketahui dari video yang tersebar warga sekitar menggali sumur bor hingga kedalaman 50 meter, setelah digali air dari sumur tersebut menyembur hingga ketinggian 25 meter.

Kejadian tersebut telah terjadi dari 26 Oktober 2019 hingga hari ini. Terkait kejadian ini ahli Geologi Sumsel Dr Budhi Kuswan Susilo ST MT mengatakan bahwa kejadian ini disebut dengan Confined Aquifer atau Akuifer Tertekan/terbatas.

"Jadi terkait fenomena tersebut kalau di bor berarti dia ngebor ketemu lapisan pembawa air namanya adalah Confined Aquifer, seperti kayak bejana berhubungan kalau misalkan Akuifer itu ditembus sama bor jadi posisi bor permukaannya itu di bawah yang disebut sebagai piezometric level," katanya, Minggu (27/10/2019).

Jadi air itu keluar tanpa pakai pompa, kalau buat sumur bor harusnya pakai pompa tapi ini ada tekanan alamiah. "Di bawah tanah itu ada yang namanya lapisan pembawa air sifatnya adalah Akuifer Tertekan (Confined Aquifer) bagian atasnya itu lapisan kedap," jelasnya.

"Ada air itu kan berarti lapisan batuan sarang jadi bisa diisi air nah bawahnya kerap lagi. Jadi misal gini pipa PDAM itu tiba-tiba kita lubangi dan menyembur kira-kira begitu. Airnya gak akan berhenti seperti saya bilang tadi Confined Aquifer," jelas dosen Teknik Geologi Universitas Sriwijaya ini.

Model fenomena seperti ini sebenarnya tinggal dipasang pipa kalau sifatnya mau ngebor untuk air tanah. "Kalau digunakan ya bisa dibuatkan pipanisasi masuk keran-keran warga, seperti di daerah Semarang, daerah yang dataran tinggi seperti itu, gak perlu pompa, di bor, tidak pakai listrik," katanya.

"Dan terkait air yang menyemburkan batubara dan pasir ini karena kemungkinan batubara ini ada di atas lapisan pasir. Jadi air itu kan ada di dalam pasir, airnya ada di lapisan pasir. Nah di atas pasir ini ada batubara sama Lempung," jelasnya.

Karena batubara pasti ada kaitannya dengan Lempung. "Kita lihat sejarah pembentukan batubara itu kan batubara itu ada di dalam Lempung, pasti di atasnya Lempung jadi pas warga buat sumur bor ada lapisan Lempung ada batubaranya baru ke pasir yang ada airnya," katanya.

"Begitu ke bagian pasir yang ada airnya tekanan kuat, airnya kan melewati lubang yang ada lempung dan batubaranya. Kalau ngebor batubara kan airnya hitam tapi kalau sudah lama mungkin ditutup pakai pipa selubung sampai kemudian tinggal pasirnya saja bisa jadi bersih," ujarnya.

Akuifer tertekan/terbatas (confined aquifer) adalah akuifer yang jenuh air yang dibatasi oleh lapisan atas dan bawahnya merupakan akuiklud (kedap air) dan tekanan airnya lebih besar dari tekanan atmosfir. Pada lapisan pembatasnya tidak ada air yang mengalir (no flux). (elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved