Darurat Karhutla Diperpanjang Hingga 10 November 2019

Menurut Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, masih terjadinya karhutla ini karena kemarau yang cukup panjang dan hari tanpa hujan yang panjang.

Darurat Karhutla Diperpanjang Hingga 10 November 2019
sripoku.com/resha
Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol Agus saat melepas para personel yang diperbantukan untuk menanggulangi Karhutlah di Kabupaten Ogan Ilir. 

PALEMBANG, SRIPO -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan masih terus terjadi. Kabut asap pun menyelimuti Palembang, khususnya pada pagi hari.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah, masih terjadinya karhutla ini karena kemarau yang cukup panjang dan hari tanpa hujan yang panjang.

"Bahkan status tanggap darurat karhutla diperpanjang, yang tadinya sampai 31 Oktober diperpanjang sampai 10 November 2019," kata Iriansyah, Sabtu (26/10).

Lebih lanjut ia mengatakan, diperpanjang status tanggap darurat karhutla ini karena berdasarkan perhitungan BMKG terjadi mundurnya musim hujan. "Dengan begitu bantuan dari pusat masih akan terus masuk dan segala upaya akan kita lakukan untuk menangani karhutla," kata Iriansyah.

Operasional darat yang dilakukan dengan membentuk satgas karhutla dari BPBD, Mangala Agni, TNI, Polri, RPK dari berbagai perusahaan yang ada. Selain itu untuk Kabupaten/Kota yang rawan karhutla sudah membentuk satgas karhutla.

"Ada sembilan daerah rawan karhutla yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU), PALI, Muaraenim, Mura dan Muratara," ujarnya.

Menurutnya, kebakaran karhutla didominasi oleh empat kabupaten yaitu OKI, OI, Muba dan Banyuasin. Hal ini karena luasan lahan di sana luas sekali, luas lahan hutan, perkebunan dan lahan gambutnya cukup luas. Kondisi luasan lahan ini berpotensi terjadinya karhutla.

Ditambahkan, kebakaran hutan dan lahan ini memang cukup menjadi perhatian, karena kondisi ini sudah mengganggu kehidupan terutama masyarakat di Sumsel. Baik dalam hal transportasi maupun kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya untuk menangani karhutla ini, mulai dari menetapkan setatus siaga karhutla dan membentuk satuan tugas karhutla.

Dengan adanya satgas karhutla ini diharapkan penangan karhutla bisa terkendali. Satgas karhutla ini diketuai oleh Danrem, dan BPBD sebagai wakilnya serta dibantu oleh OPD-OPD terkait.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved