Awas Suhu Terpanas 30 Oktober

Pada bulan November-Desember mendatang meskipun kulminasi matahari di pulau Jawa berkurang, tapi potensi suhu panas masih tinggi.

Awas Suhu Terpanas 30 Oktober
ISTIMEWA
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Suhu panas masih terasa di berbagai wilayah di Indonesia. Daerah yang diprediksi akan mengalami fenomena suhu panas maksimum 25-30 Oktober 2019 ialah Sumatera Selatan, Lampung, Pantura Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara suhu udara yang tercatat di atas 38 derajat celcius pada tanggal 23 Oktober 2019 adalah di daerah Ciputat (39,6 derajat celcius), Jatiwangi (38,8 derajat celcius), Ahmad Yani Semarang (38,4 derajat celcius), dan Syamsudin Noor Banjarmasin (38,2 derajat celcius).

Lalu kapan musim hujan akan tiba? Hasil analisis pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu panas yang disebabkan oleh teriknya matahari ini akan terus berlangsung hingga akhir Oktober Dasarian III (10 hari terakhir di bulan Oktober).

BMKG juga mengatakan bahwa jadwal musim hujan diperkirakan mengalami kemunduran. Disampaikan oleh Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin MSi, potensi suhu panas di siang hari masih harus diwaspadai hingga sepekan ke depan.

“Prediksi hujan bulanan, banyak yang mundur tahun ini. Jadi kondisi hujan kriteria menengah masih terlihat di Jawa Barat,” kata Miming di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (25/10/2019). "Tapi bulan Oktober curah hujan masih rendah hampir sebagian besar wilayah Indonesia." katanya.

Ia menambahkan ada potensi hujan yang terjadi karena pengaruh dari pola angin, tetapi hanya di beberapa wilayah. Pertumbuhan awan hujan baru akan signifikan pada November atau Desember mendatang. Prediksi hujan sedang-lebat pada periode 25-30 Oktober 2019 terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Namun awal musim hujan di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat umumnya baru akan berlangsung antara November-Desember.

“Dalam artian, sepekan ke depan sampai akhir Oktober itu rata-rata kondisi cuaca cerah dan berawan. Sehingga yang berdampak juga pada kondisi suhu panas masih perlu diwaspadai pada periode tersebut,” tuturnya.

Pada Desember, potensi hujan dinyatakan Miming cukup tinggi. Bulan Januari diperkirakan merupakan puncak musim hujan.

Apa penyebab suhu udara yang mencapai di atas 35 derajat Celcius di beberapa wilayah di Indonesia? Menjawab persoalan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin MSi menjelaskan bahwa suhu panas yang terjadi dikarenakan tiga faktor utama.

Pertama, posisi matahari yang sedang berada di wilayah Indonesia, saat ini sangat signifikan kulminasinya. "Triangle utama fenomena suhu panas ini terjadi karena faktor titik matahari. Pada bulan ini kulminasi matahari sangat signifikan di beberapa wilayah Indonesia terutama wilayah Jawa," kata Miming. Kedua, kondisi cuaca tanpa awan masih relatif akan terjadi dalam jangka waktu hingga akhir November.

Bahkan beberapa daerah hingga Desember mendatang. Dijelaskan oleh Miming, kondisi cuaca tanpa awan inilah yang menyebabkan kenapa panas terik di berbagai wilayah. Jakarta dan sekitarnya terasa sangat panas karena teriknya sinar matahari yang tidak terhalang oleh pertumbuhan awan. Faktor ketiga ialah pengaruh dari arah pola angin yang biasanya membantu potensi pertumbuhan hujan.

Hingga Oktober Dasarian III (10 hari terakhir di bulan Oktober ini) dalam hasil analisis yang dilakukan oleh BMKG, hanya sedikit daerah yang berpotensi adanya pertumbuhan awan hujan karena pola angin. “Hingga akhir Oktober mendatang, kita sangat perlu mewaspadai cuaca terik matahari yang masih cukup signifikan, karena kurangnya pertumbuhan awan hujan yang masih relatif kecil. Jadi satu minggu ke depan, cuaca cerah tanpa awan masih mendominasi,” tuturnya.

Bahkan kata Miming, pada bulan November-Desember mendatang meskipun kulminasi matahari di pulau Jawa berkurang, tapi potensi suhu panas masih tinggi.

Daerah yang diprediksi akan mengalami fenomena suhu panas maksimum 25-30 Oktober 2019 ialah Sumatera Selatan, Lampung, Pantura Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara suhu udara yang tercatat di atas 38 derajat celcius pada tanggal 23 Oktober 2019 adalah di daerah Ciputat (39,6 derajat celcius), Jatiwangi (38,8 derajat celcius), Ahmad Yani Semarang (38,4 derajat celcius), dan Syamsudin Noor Banjarmasin (38,2 derajat celcius). (kc)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved