24 Jam Lebih Semburan Air Bercampur Batubara Sumur Bor di Mesuji, Wabup Duga Ada Kandungan Metan
Video yang berdurasi durasi 2 menit 15 detik ini menggambarkan air sumur bor yang mengelurkan semburan air yang cukup tinggi dan tidak biasa.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Video berdurasi durasi 2 menit 15 detik ini menggambarkan air sumur bor yang mengelurkan semburan air yang cukup tinggi dan tidak seperti biasanya.
Dalam video yang terdapat suara seorang pria tersebut, bahwa kejadian yang terjadi merupakan fenomena aneh dan tidak seperti biasanya dari proses sumur bor yang dibuat warga.
Pria tersebut menyebutkan bahwa kejadian itu adalah fenomena alam langka.
Kejadian terjadi di tengah pemukiman warga Desa G2 Desa Bumi Makmur Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI.
"Fenomena alam, warga mengebor sumur dan airnya muncrat sampai 25 meter dan kedalamannya sekitar 50 meter.
Terjadi sejak semalam tanggal 26 Oktober dan hingga sekarang masih muncrat. Lihat, warga heboh melihat," ujar pria dalam video tersebut.
Selain itu, suara pria itu juga menjelaskan bahwa dari sumur bor yang mengeluarkan semburan air yang cukup tinggi, diketahui juga mengeluarkan batubara dan pasir.
Sehingga menyebabkan atap rumah warga sekitar jebol atapnya.
"Diketahui ada pasir dan batubara, lihat atap rumah warga ada yang jebol.
Suara gemuruh terus terjadi dari dalam tanah, seperti hujan. Situasi sekarang sedang kemarau," ujar pria tersebut yang membuktikannya dengan visul video yang diambilnya.
Mengenai kebenaran atas video yang beredar tersebut masih terus dicari kebenarannya.
Kejadian semburan air dari sumur bor setinggi 50 meter yang telah ada sejak dua hari, terjadi di Desa Bumi Makmur (G2), Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (27/10/2019).
Fenomena langka ini sangat mengundang warga setempat untuk melihat secara langsung kejadian tersebut.
"Menang benar adanya penomena lahan warga mengeluarkan semburan air mencapai puluhan meter," kata Sofian Kades Desa Bumi Makmuru, saat dikonfirmasi wartawan Tribunsumsel, Minggu (27/10/2019).
Aparat desa langsung turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung fenomena semburan air tersebut sekaligus mendatangi rumah Slamet Julianto, Blok C Rt. 02, Rw. 01 pemilik lahan.