Breaking News:

Berita Pagaralam

Minim Angkutan Umum, Siswa di Pagaralam Harus Diduduk Diatap Mobil

Minimnya anggkutan umum dibeberapa kawasan di Kota Pagaralam memaksa masyarakat untuk melakukan hal-hal yang berbahaya untuk bisa naik angkutan.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Budi Darmawan
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
SISWA DI ATAP MOBIL : Sejumlah siswa SMP dikawasan Dempo Selatan yang terpaksa naik diatap mobil karena kurangnya angkutan umum, Sabtu (26/10/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

Minim Angkutan Umum, Siswa di Pagaralam Harus Diduduk Diatap Mobil

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Minimnya anggkutan umum dibeberapa kawasan di Kota Pagaralam memaksa masyarakat untuk melakukan hal-hal yang berbahaya untuk bisa naik angkutan.

Seperti yang terjadi dikawasan Kecamatan Dempo Selatan, karena minimnya angkutan umum sejumlah siswa sekolah saat pulang dan pergi sekolah terpaksa harus menantang maut dengan naik diatas atap mobil anggkutan.

Kondisi ini disebabkan dikitnya angkutan umum didaerah tersebut. untuk itu siswa terpaksa berdesakan saat ada angkutan yang lewat.

Bahkan jika tidak tertampung didalam mobil, siswa terpaksa naik diatas atap mobil. Kondisi ini tentunya selian melanggar aturan lalulintas juga sangat membahayakan para siswa itu sendiri.

Pantauan Sripoku.com, Sabtu (26/10/2019) kemarin, salah satu angkutan yang sedang mengangkut penumpang para siswa SMP. Talihat ada beberapa siswa yang duduk diatas mobil dan ada beberapa yang bergelantungan dibelakang mobil.

Henni (43) salah satu orang tua siswa mengatakan, khawatir dengan kondisi tersebut. Namun jika tidak seperti itu kadang anaknya telat sampai sekolah. Pasalnya angkutan umumnya dikit.

"Kami tidak bisa melarang pak, pasalnya memang kondisinya seperti ini. Karena angkutan umum tidak banyak yang masuk kearah Dempo Selatan ini pak," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli mengatakan, pihak akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menambahkan trayek angkutan umum kearah Kecamatan Dempo Selatan.

"Kita akan koordinasikan kepada Dinas Perhubungan untuk menambah trayek angkutan kesana. Namun kami himbau anak-anak untuk tidak naik diatas atap mobil karena sangat membahayakan keselamatan," imbaunya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved