Human Interest Story

Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Termuda Punya Saham Rp 7,59 Miliar

Walaupun masih terbilang setengah baya, perempuan kelahiran tahun 1987 ini memiliki harta berlimpah.

Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Termuda Punya Saham Rp 7,59 Miliar
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Angela Tanoesoedibjo, anak dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, merapat ke Istana, Jumat (25/10/2019). 

Presiden Joko Widodo menunjuk Angela Herliani Tanoesoedibjo menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mendampingi Menteri Wishnutama periode 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju. Perempuan usia 32 tahun ini menjadi orang termuda di Kabinet Indonesia Maju.

Walaupun masih terbilang setengah baya, perempuan kelahiran tahun 1987 ini memiliki harta berlimpah. Wajar, sebab ia adalah putri sulung taipan dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe).

Pada Pemilu 2019, Angela merupakan calon anggota (caleg) dari Partai Perindo yang didirikan ayahnya. Dia maju dengan nomor urut 1 di Daerah Pemilihan Jawa Timur 1 dengan daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo, namun gagal ke Senayan.

Berdasarkan profil di situs PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), Angela menajabt Direktur MNC, perusahaan induk dari stasiun RCTI, MNC, dan Global TV. Jabatan ini ia duduki sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2016. Sebelum menjadi direktur, Angela masuk di MNCN pada 2008 dan mendalami berbagai peran manajemen di seluruh portofolio bisnis perseroan.

Di stasiun televisi grup MNC, Angela, anak sulung dari lima bersaudara dari pasangan Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo, menjabat sebagai Managing Director PT Global Informasi Bermutu (GTV/Global TV).

Beberapa jabatan sebelumnya yakni Direktur PT MNI Entertainment (November 2011-Juni 2017), Wakil Direktur MNC Channels (2013-2014) dan Corporate Finance and Business Development Associate MNCN (2010-2013).

Punya Saham
Selain menjabat direktur dan komisaris, ibu dua anak ini juga menggenggam saham dari beberapa perusahaan Grup MNC milik sang ayah. Mengacu laporan keuangan MNCN per Juni 2019, Angela memiliki saham MNCN sebanyak 2.678.000 lembar saham atau 0,02% dari total saham beredar perusahaan.

Dengan asumsi harga rata-rata saham MNCN hari ini di level Rp 1.360/saham, maka nilai saham Angela sebesar Rp 3,64 miliar.

Adapun saham terbesar MNCN dipegang oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yakni 65,14% atau 8.080.210.444 saham. Sementara ayahnya, Hary Tanoe, hanya memiliki 0,05% saham MNCN atau 6.000.000 saham. Investor publik memiliki 34,77% saham MNCN atau 4,31 miliar saham.

Global Mediacom ini adalah induk dari Bisnis Media Grup MNC dengan membawahi beberapa perusahaan termasuk MNCN, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), dan PT MNC Studios International Tbk (MSIN). Holding dari semua Grup MNC dikendalikan oleh PT MNC Investama Tbk (BHIT).

Di MNC Investama ini Angela menjabat sebagai komisaris, sementara ayahnya menjabat komisaris utama. Adik Angela, Valencia Herliani Tanoesoedibjo juga menjabat komisaris.

Laporan keuangan BHIT per Juni 2019 juga menunjukkan, Angela punya 52.360.300 saham atau 0,10% saham. Dengan asumsi harga rata-rata BHIT pada hari ini Rp 75/saham, maka nilai kekayaan saham Angela di saham ini yakni Rp 3,93 miliar. Saham terbesar BHIT dipegang HT Investment Development Ltd 25,84%, sementara investor publik 34,13%.

Di MNC Studios, ternyata Angela juga punya saham 50.000 atau 0,00% dari total saham beredar, sehingga dengan asumsi harga rata-rata saham MSIN di level Rp 456/saham, maka nilai duit saham Angela di MSIN senilai Rp 22,80 juta.

Total dari tiga saham tersebut, Angela memiliki kekayaan saham sebesar Rp 7,59 miliar di usia yang masih muda, 32 tahun. Tentu saja angka ini hanya nilai saham tiga emiten MNC, belum termasuk dengan bisnis-bisnisnya yang lain di luar Grup MNC, atau kepemilikan saham di perusahaan lain.

Angela menyelesaikan Bachelor of Arts in Communications (Media Arts and Productions) dari Universitas Teknologi Sydney Australia pada tahun 2008, serta gelar Master of Commerce dalam bidang Keuangan dari Universitas New South Wales Australia pada tahun 2010. (cnbcindonesia/kontan.co.id)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved