Tito Karnavian Tinggalkan PR Penyiraman Novel Baswedan, Jabatan Mendagri Dianggap Penyelamatan Karir

Tito Karnavian sudah resmi meninggalkan seragam Polri ketika diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Refly Permana
Tribunnews
Dari Polri Menjadi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Diberi Seabrek Beban, e KTP Salah Satunya 

SRIPOKU.COM - Tito Karnavian sudah resmi meninggalkan seragam Polri ketika diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pria asal Palembang itu pun tercatat sebagai salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang akan membantu tugas presiden dan wakilnya selama lima tahun ke depan.

Sebelum diangkat menjadi menteri, Tito yang terakhir menjabat sebagai Kapolri ini memiliki beberapa tugas besar dan beberapa di antaranya hingga ia melepas baju Polri belum selesai.

Sisa Cinta Yadi Dolar Dibayar Mahal, Tewas Kalah Duel Lawan Suami Mantan Istri Tangan Nyaris Putus

Setelah Nonton Video Syur Mirip Dirinya Gisel Mual, Ungkap Bagian Tubuhnya Beda dengan Si Wanita

Pengantin Wanita Peluk Mantan Pacar di Resepsi,Ayah Cewek Pukul si Mantan Karena Ulah mempelai pria

Satu yang terbesar adalah belum terungkapnya kasus penyiraman air keras terhadap mantan penyidik KPK, Novel Baswedan.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, berpandangan bahwa Jokowi sedang menjaga nama baik Tito dari ketidakberhasilannya mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Warga Desa Sinar Dewa PALI Kesulitan Sekali untuk Mendapatkan Air Bersih, Terpaksa Manfaatkan Danau

Alex Noerdin: Pemda Harus Buka Keran Bantuan untuk Mengatasi Karhutla di Sumatera Selatan

Buka Link sscasn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2019, Jadwal & Ikuti 7 Tahapan Pendaftaran Semoga Lulus

"Ini juga upaya penyelamatan Pak Tito biar nama beliau menjadi tetap terjaga dengan ketidakberhasilan mengungkap kasus Novel Baswedan," kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Seleksi Penerimaan CPNS Kabupaten Muaraenim Tahun 2019 Diperkirakan Dilaksanakan Tahun 2020

Kabut Asap melanda Desa Ibul Besar, ACT kembali Hadirkan Layanan Kesehatan

Terungkap Alasan Besar Jokowi Tunjuk Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan

Seperti diketahui, Polri telah membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut kasus Novel.

Hingga melewati batas waktu yang diberikan Jokowi pada 19 Oktober 2019, kasusnya belum juga terungkap.

Di sisi lain, Bambang juga menilai bahwa pemberian jabatan menteri tersebut merupakan sebuah penghargaan Jokowi kepada Tito.

Menurut Bambang, hal itu ada kaitannya dengan kesuksesan Tito menjamin keamanan selama Pemilu 2019.

"Saya melihatnya ini menjadi reward dari Presiden Jokowi karena Pak Tito berhasil menciptakan rasa aman dalam pilpres dan pemilu kemarin," ujar dia.

Erick Thohir Punya Tiga Wakil Menteri, Tak Jadi Persoalan Jokowi Asalkan Penuhi Syarat Ini ?

IIPK Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Tangga Buntung Palembang

Seorang Guru Harus Memiliki Kompetisi di Era Revolusi Industri 4.0, UTP Wisuda Sarjana Bahasa

"Menciptakan rasa aman ini juga mempunyai arti lain, dalam arti mengamankan kepentingan pilpres, kepentingan Pak Jokowi begitu. Makanya ini menjadi reward dari Pak Jokowi ke Pak Tito," kata Bambang lagi.

Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian telah mengundurkan diri dari keanggotaan Kepolisian RI (Polri).

Pernyataan pengunduran diri tersebut diserahkan ke DPR bersamaan dengan surat Presiden Joko Widodo terkait permintaan pemberhentian Tito sebagai Kapolri.

Kini, Tito telah resmi dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Dinilai Sedang "Menyelamatkan" Tito Karnavian yang Gagal Ungkap Kasus Novel "

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved