Gandeng Pedagang Hingga Tukang Parkir, BRI Gulirkan Program Cashless di Ekosistem Pasar

36 pasar di Kota Palembang dibidik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Wilayah Palembang untuk mengembangkan potensi digitalisasi.

Gandeng Pedagang Hingga Tukang Parkir, BRI Gulirkan Program Cashless di Ekosistem Pasar
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Penyerahan penyaluran program PKH tahap IV di Kantor BRI Unit Bukit Siguntang, Jumat (25/10/2019) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 36 lokasi pasar di Kota Palembang dibidik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Wilayah Palembang untuk mengembangkan potensi digitalisasi dan program cashless di ekosistem pasar.

Wakil Pimpinan Wilayah BRI Palembang, Joni Sukendro didampingi Kabag Mikro BRI Kanwil Palembang, Asep Nugraha Sukma mengatakan, BRI Kanwil Palembang berkomitmen ikut serta dalam pembangunan khususnya para pelaku usaha di pasar.

BRI juga berperan dalam pelaksanaan program diantaranya LinkAja, di mana ini sebagai aplikasi dompet digital merek perusahaan BUMN yang digawangi oleh tujuh perusahaan BUMN salah satunya BRI.

Dengan tujuan untuk menambah persaingan di aplikasi dompet digital serta dapat membantu pengurangan uang tunai dalam bertransaksi LinkAja akan dijadikan media dalam bertransaksi dalam program ekosistem pasar ini.

"Kita menargetkan 234 Unit BRI, minimal satu unit itu ada satu pasar yang dikelola," katanya saat ditemui usai acara penyerahan penyaluran program PKH tahap IV, Jumat (25/10/2019)

Asep menambahkan, Sejumlah potensi digitalisasi dan program cashless di ekosistem pasar, mulai dari pembayaran parkir difasilitasi Brizzi Link Aja, pembayaran kuli angkut difasilitasi LinkAja, belanja di pasar difasilitasi EDC, Brimo link aja, Transaksi Pedagang ke Supplier dengan BRI Store, Brimo, SCF. Begitu juga pembayaran ke Petani difasilitasi EcoPay, CMS dan IB Bisnis.

"Pembayaran iuran (IPL) ke pengelola pasar difasilitasi dengan BRI Smart, Billing bahkan Pekerja Pasar difasilitasi Payroll. Jadi dari pedagang sampai ke tukang parkir semua bisa dilayani. Kalau yang di ekosistem desa kita ada Agent Brilink sebagai perpanjang tangan BRI," ujarnya.

Dengan program ini kata Asep diharapkan dapat mengubah ekosistem keunggulan pasar yang sebaiknya menggunakan uang tunai atau tradisional dengan melakukan literasi dan inklusi keuangan sehingga tercipta keserasian ekosistem di pasar.

Pasalnya, selama ini pihaknya kerap mendapati peredaran uang yang disimpan diluar dari sistem perbankan, ada yang simpannya di galon, di celengan dan cara lainnya.

"Kenapa transaksi non tunai digalakkan karena lebih efisien, meminimalisir resiko tekor juga buat pedagang. Tahap awal ini LinkAja aja sudah di garap di Pasar Ghubah dan Padang Selasa. Kita ingin semua transaksi di pasar menerapkan transaksi non tunai," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved