Tito Karnavian Mundur

Tito Karnavian diketahui dipanggil Jokowi di hari pengenalan calon-calon menteri, Senin (21/10). Sekitar satu jam Tito bertemu dengan Jokowi.

Tito Karnavian Mundur
Instagram/@titokarnavian_
Tito Karnavian 

“Beliau adalah birokrat, akademisi, politikus yang sarat pengalaman dan kita bisa melihat Beliau berhasil dalam mentransformasikan KLHK selama lima tahun ini,” kata Ridho di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Tribun Network, Selasa (22/10).

Ridho menuturkan Siti membuat berbagai terobosan selaman menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan. Terobosan-terobosan tersebut bertujuan untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan kehutanan. Ini termasuk penegakan hukum secara tegas dan konsisten.

“Serta membuka akses yang lebih luas kepada publik dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya kehutanan melalui perhutanan sosial,” ujar Ridho.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adala bukti komitmen dan keberpihakan Siti Nurbaya kepada penegakan hukum. Direktorat ini dibentuk pada era kepemimpinan Siti Nurbaya. Direktorat tersebut adalah satu-satunya direktorat jenderal yang secara khusus menangani penegakan hukum di antara berbagai kementerian yang ada.

“Selama kepemimpinan Beliau lebih dari 750 kasus lingkungan dibawa ke pengadilan. Banyak perusahaan yang tidak patuh diberi sanksi, bahkan ada yang dicabut izinnya,” kata Ridho.

Ridho mengungkapkan selama kepemimpinan Siti gugatan perdata untuk ganti rugi dan pemulihan lingkungan yang berhasil dimenangkan oleh pihaknya dan sudah berkeputusan tetap nilainya mencapai triliunan rupiah. “Totalnya Rp19 triliun dan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah,” ujar Ridho.

Siti Nurbaya Bakar bukan satu-satunya menteri atau kepala staf di Kabinet Kerja yang menghadapi Jokowi pada Selasa (22/10). Sejumlah wajah lama menunjukkan batang hidungnya di Istana Negara. Selain Siti Nurbaya, mereka adalah Sri Mulyani, Moeldoko, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Karya Sumadi, Basuki Hadimuljono, Bambang Brodjonegoro, Yasonna Laoly, Agus Gumiwang, Tjahjo Kumolo, Sofyan Djalil dan Teten Masduki.

Mayoritas dari mereka mengungkapkan diminta oleh Presiden Joko Widodo melanjutkan pekerjaan di pos yang sebelumnya mereka jabat. Sri Mulyani mengaku diminta oleh Jokowi untuk tetap menjadi menteri keuangan dan menggunakan semua kebijakan dalam membantu menteri lain untuk membangun perekonomian Indonesia.

“Presiden memberikan amanah kepada saya. Saya ditugaskan untuk melanjutkan kembali tugas sebagai menteri perhubungan,” ujar Budi Karya.

Dari menteri-menteri di Kabinet Kerja, kemungkinan besar hanya Agus Gumiwang Kartasasmita dan Teten Masduki yang menduduki pos baru. Agus Gumiwang, yang menjabat sebagai menteri sosial, mengaku mendapat tugas yang berbeda dari Jokowi.

“Beliau menugaskan saya kepada bidang yang berkaitan dengan pentingnya melakukan transformasi manufaktur, mengingatkan pentingnya kita bisa menciptakan kondisi di mana industri kecil bisa jadi supply chain di industri,” kata politikus Partai Golkar tersebut. (Tribun Network/the/sen/rez/deo)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved