Pengamat Politik Bagindo Togar Butar Butar: Stabilitas Politik akan Lebih Bergaransi

Sederet nama tokoh menarik untuk diperbincangkan dan diperdebatkan jadi rumor bocoran yang bakal masuk dalam jajaran Menteri Kabinet

Pengamat Politik Bagindo Togar Butar Butar: Stabilitas Politik akan Lebih Bergaransi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS) Drs Bagindo Togar Butar Butar 

PALEMBANG, SRIPO -- Sederet nama tokoh menarik untuk diperbincangkan dan diperdebatkan jadi rumor bocoran yang bakal masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Ir H Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pasca pelantikan di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Minggu (20/10).

Diantaranya nama mantan Capres 02 yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subiyanto, serta mantan Cagub DKI Jakarta yang juga putra Ketum DPP Partai Demokrat/mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Bila isu politik ini menjadi kenyataan, maka dua hal yang bisa saya simpulkan. Pertama, semakin kaburnya peran dan tujuan untuk memenangkan suatu kompetisi politik dalam sistem demokrasi, dimana bagi pihak pemenang tak sepenuhnya lagi absolut dalam menjalankan kekuasaan, dan pihak yang kalah, tak sepenuhnya lagi berada diluar sistem (oposisi), dengan kata lain kompresi check n balance akan melemah terhadap pemerintahan, kondisi ini kurang baik bagi penyehatan fungsional sistem demokrasi yang kita anut," kata Pengamat Sosial Politik Drs Bagindo Togar Butar Butar, Sabtu (19/10).

Yang kedua lanjutnya, bila kondisi ini disengaja dan disepakati untuk dijalankan, maka stabilitas politik akan lebih bergaransi serta signifikan terhadap tujuan kolektif dari pemerintahan yang kelak kembali berkuasa, juga upaya untuk kembali menginternalisasi nilai nilai keindonesiaan yang bertumpu pada prinsip musyawarah atau mufakat sebagai substansi ideologi Pancasila.

Mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (IKA FISIP Unsri) menyebut, bagi AHY dan Prabowo Subianto, bila memang benar "dikabulkan" hasrat politiknya masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, tak lain merupakan bagian atau tahapan "magang" bila kelak jadi penguasa.

"Apalagi buat AHY yang terlanjur terhenti karir militernya, serta Bapak Prabowo Subianto konon kini telah "siuman" dengan kembali pada fitrah orientasi polilitiknya sebagai sosok nasionalis tulen, yang luput dari genggaman puncak pangkat maupun jabatan tertingginya di dalam institusi kemiliteran," kata Bagindo.

Di samping itu, kedua tokoh hebat tadi menurutnya akan lebih mudah melakukan komunikasi atau lobi politik di kalangan elite politik yang bercokol di internal lembaga pemerintahan. Sehingga nantinya, mempermudah improvisasi maupun manuver politik menjelang dan pasca tahun 2024. Pada saat itu Jokowi secara konstitusi tidak diperkenankan lagi mencalonkan diri untuk ketiga kali. (fiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved