Mahasiswa Unitas Tewas Pra Diksar
Mahasiswa Unitas Tewas Pra Diksar, Sempat Ikut Tes Akpol Namun Gagal Karena Hal Ini
Sebelum tewas karena menjalani pra diksar, Akbar pernah mengutarakan cita-citanya kepada orangtua.
Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo
SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Muhammad Akbar (19), mahasiswa Universitas Taman Siswa semester 3 jurusan hukum yang tewas kemarin, Kamis (18/10/2019) saat mengikuti pra diksar menwa, ternyata bercita-cita ingin menjadi polisi atau pengacara hebat
Hal itu disampaikan kedua orangtuanya saat ditemui di Jl. Padat Karya, Sri Mulyo, Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961 Jumat (19/10/2019).
" Ya dia bilang ingin jadi polisi dan pengacara hebat jepada kita.
Waktu itu pernah ikut tes Akpol, tapi tidak lulus karena kurang setengah centi atau satu senti," ujar Tito kepada Sripoku.com, Jumat (18/10/2019)
Semasa hidupnya pun almarhum dikenal sangat baik bertutur kata, bahkan menjadi anak emas di kampungnya.
"Semesa hidup alhamduliah baik bertutur kata baik.
Karena dia baik, jadi allah yang ngambil lebih dahulu. Bahkan warga kampung bilang anak saya nggak ada riyanya dan banyak disukai orang. Bahkan sering menanyainya," kata Tito.
Di sekolah pun dirinya selalu masuk 10 besar sampai saat dia kuliah di Univeraitas Taman Siswa Palembang
"Sejak sekolah dia selalu masuk 10 besar.
Dan saat kuliah ini dirinya mendapatkan IPK 3,8 semester 3 dan akan mengajukan beasiswa dan saya selalu mendukung saat itu," tambah Tito.
Anak pertama dari 4 bersaudara tersebut sangat meninggalkan banyak meninggalkan kenangan yng mendalam bagi kelurganya karena selalu ada tawa pada saat dirinya di rumah.
"Terlalu banyak kenangan yang tak bisa dilupakan kalau ditulis mungkin satu buku, "kata ayah kandung Muhammad Akbar ini.
Dia berharap agar kasus yang menimpa anaknyanya ini tidak terulang lagi dan menambahkan tak ada lagi korban yang selanjutnya
"Kita harap ini dapat diusut tuntas agar tak ada akbar berikutnya," kata Tito
Sementara ibu kandung Akbar sangat kesal dan marah atas hal ini.
Bahkan dia menunturkan supaya pelaku dapat dihukum mati.
"Kita harap pelkaunya itu dituntut mati sama seperti anak saya yang telah meninggal. Atau mendapat hukuman mati,"kata ibu Muhammad Akbar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/unitas1.jpg)