Jangan Paksakan Anak Masuk Sekolah, Jika Psikologisnya Belum Siap

sebelum memutuskan anak masuk sekolah sebaiknya para orangtua ada baiknya terlebih dahulu berkonsultasi kepada para psikolog

Jangan Paksakan Anak Masuk Sekolah, Jika Psikologisnya Belum Siap
Sripoku.com/Oca
Para pengurus Asosiasi Psikolog Indonesia (APSI) Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Para orangtua saat ini kerap kali memaksakan anaknya masuk Sekolah Dasar (SD), padahal dari sisi usia sang buah hati belum mencukupi dan secara psikologi si buah hati juga belum matang dan belum siap mengikuti aturan di sekolah.

Belum matangnya anak secara psikologis dan belum siap mengikuti aturan di sekolah akan berdampak terhadap perkembangan anak baik dalam jangka pendek maupun jangka waktu panjang dan juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang dialami anak di sekolah misalnya: kesulitan dalam belajar.

Untuk itu, sebelum memutuskan anak masuk sekolah sebaiknya para orangtua ada baiknya terlebih dahulu berkonsultasi kepada para psikolog. Agar kondisi si anak dapat diketahui apakah benar-benar matang atau siap untuk masuk sekolah.

"Anak siap sekolah itu bukan hanya sebatas mampu nulis dan membaca, tetapi juga dilihat juga apakah anak sudah matang dilihat dari kemampuan kognitif, emosi dan psikomotor, serta siap mengikuti aturan yang ada di sekolah ," ujar Ketua Asosiasi Psikolog Indonesia (APSI) Sumsel, Arumardita Respatyani, M.Psi, Psikolog, Jumat (18/10/2019).

Minimnya tingkat pengetahuan para orangtua terhadap psikologis si anak, membuat seringkali mereka keliru dalam mengambil keputusan untuk memasukan anak ke sekolah tanpa mempertimbangkan kematangan dan kesiapan anak.

Untuk memasukkan anak ke Sekolah Dasar, para orangtua harus memahami betul kematangan anak dari sisi kognitif, emosional, psikomotor dan kesiapan anak masuk sekolah tidak hanya dari usia dan beberapa faktor lainnya. Jika si anak dirasa belum siap, orangtua jangan ragu untuk konsultasi kepada psikolog.

Maka itulah, pada 11 Oktober pihaknya resmi mengukuhkan APSI ( Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia) Sumsel. Yang dihadiri oleh Ketua HIMPSI, APIO, API, ketua himpaudi sumsel dan pejabat BP. Paud Sumsel dan Praktisi Pendidikan.

"Organisasi ini jadi wadah untuk orangtua jika ingin bertanya prihal permasalahan psikologi di sekolah termasuk juga kesiapan anak masuk sekolah," tegasnya.

Posting Foto saat Berolah Raga, Pakaian Ayu Ting Ting Jadi Sorotan, Dikira tak Pakai Celana!

Kisah Anggota TNI Berpangkat Kopral yang Rawat Satu Keluarga Idap TBC, tak Kenal Lelah dan Ikhlas!

Masih Ingat dengan Cicit Soeharto, Dulu PernahTerjerat Kasus Narkoba, Begini Nasibnya Sekarang!

Monalisa Sukvadewi, M.Psi, Wakil Ketua APSI Sumsel mengatakan, APSI merupakan organisasi profesi psikologi yang tidak hanya sebatas menangani siswa berbakat namun juga membantu/menangani segala masalah psikologi yang terjadi di sekolah formal maupun informal.

Dengan terbentuknya APSI Sumsel, diharapkan dapat membantu dalam memberikan pelayanan psikologi dengan semua jenjang pendidikan terutama mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi siswa di sekolah sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Diakui Monalisa, secara umum belum ada data secara rinci jumlah kasus anak yang berkaitan dengan kesulitan belajar di sekolah terutama di kota palembang. Akan tetapi, pihaknya kerap kali mendapati klien yang dimana mereka mengalami hambatan dalam mengikuti proses belajar sehingga nilai akademik rendah.

Selain itu juga, telah banyak orang tua yang membawa anak mereka untuk melakukan pemeriksaan kematangan dan kesiapan sekolah anak-anak mereka yang berusia 5 sampai 6 tahun. Hal itu orang tua lakukan untuk lebih memahami perkembangan anak mereka dan mempersiapkan anak2 mereka untuk masuk sekolah dasar.

"Jadi kepada orangtua jangan ragu untuk konsultasi kepada psikolog. Kalau anak belum siap jangan dipaksakan," jelas Monalisa. (Oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved