Breaking News:

Dikeroyok Pasca Dirikan Pagar di Halaman Sendiri, Ternyata Pelaku Ingkar Janji

Bermaksud membuat pagar di halaman rumah, seorang warga Jalan Kapten Abdullah dikeroyok.

Editor: Refly Permana
ist
Ishak ketika melapor ke Polresta Palembang, dirinya sudah menjadi korban pengeroyokan saat mengukur tanah ditas rumah milinya, Selasa (15/10). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hendak mengukur tanah di atas rumah miliknya di Jalan Kapten Abdullah, Lorong Aman, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang, Ishak Ibrahim (56) warga Lorong Famili, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju Palembang dikeroyok oleh eks pemilik rumah berinisial EA (35) dan Mnh (35).

Akibatnya Ishak pun harus berobat ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang akibat luka yang dialaminya yakni luka memar di bagian telinga kiri, sakit kening bagian kanan.

Tidak hanya itu aksi pengeroyokan ini juga mengakibatkan kacamata rusak dan baju milik Ishak sobek.

Setelah berobat, Ishak kemudian mendatangi Polresta Palembang untuk mengadukan aksi pengeroyokan oleh eks pemilik rumah yang sudah dibelinya dari balai lelang.

"Saya tidak terima pak perilaku mereka, padahal saya sudah memberikan waktu kepada mereka satu bulan untuk pindah sesuai dengan perjanjian yang dibuat pak," katanya, Selasa (15/10/2019).

Awalnya pelapor hendak mengukur tanah di atas rumah miliknya yang dibelinya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 08.30, guna untuk membuat pagar di sekeliling rumah.

Kemudian pelapor meminta izin kepada terlapor yang tinggal di TKP mengenai hal tersebut.

Apalagi terlapor sudah melewati batas waktu yang ditetapkan oleh pelapor dan terlapor selama satu bulan.

Setelah mendapatkan persetujuan dan hendak berdiri kedua terlapor langsung melakukan aksi pengeroyokan terhadap pelapor hingga mengakibatkan pelapor luka memar.

"Saya tidak terima pak, apalagi sudah saya berikan waktu untuk pindah dari rumah itu. Malah saya diperlakukan seperti ini pak, saya terpaksa menempuh jalur hukum terkait aksi pengeroyokan yang dilakukan mereka kepada saya pak," ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit III SPKT Polresta Palembang, Ipda Herison membenarkan adanya pengeroyokan oleh kedua eks pemilik rumah yang dibeli korban dari lelang balai.

"Laporan sudah kita terima bersama bukti berobat korban di RS Muhammadiyah, untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, sementara tindak pidana dalam laporan polisi ini yakni 170 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun enam bulan," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved