Berita Banyuasin

Anggota DPRD Banyuasin Banting Meja, Pemilihan Badan Kehormatan Ricuh di Depan Wabup Banyuasin

Anggota DPRD Banyuasin Banting Meja, Pemilihan Badan Kehormatan Ricuh di Depan Wabup Banyuasin

Anggota DPRD Banyuasin Banting Meja, Pemilihan Badan Kehormatan Ricuh di Depan Wabup Banyuasin
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Banyuasin, berujung ricuh disebabkan keributan antar anggota dewan didalam rapat paripurna, pada Senin (14/10/2019) pukul 16.00. 

Anggota DPRD Banyuasin Banting Meja, Pemilihan Badan Kehormatan Ricuh di Depan Wabup Banyuasin

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Banyuasin, berujung ricuh disebabkan keributan antar anggota dewan didalam rapat paripurna, pada Senin (14/10/2019) pukul 16.00.

Menurut informasi, Selasa (15/10/219) keributan berpuncaknya lantaran, salah satu anggota dewan Fraksi Partai Golkar, Nasir merasa dihianati oleh pemilih hingga menyebabkan dirinya tak terpilih menjadi anggota BK DPRD Banyuasin.

Untuk diketahui pemilihan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin yang diikuti oleh tujuh anggota DPRD Banyuasin.

Selanjutnya untuk memilih anggota dewan kehormatan dilaksanakan dengan sistem voting, sampai diumumkan pimpinan DPRD terpilih lima anggota badan kehormatan. Lima yang terpilih yaitu, Endang Sari, Budi Santoso, M Sholih, Sopian Hadi, dan Juprianto.

Kualitas Udara Kota Palembang, Masih Dalam Katagori Tidak Sehat, Nilai pm10 Makin Tinggi

Skema Lolos Kualifikasi Piala Eropa 2020: Belanda, Jerman, dan Inggris pada pekan ke-9

TV Online TVRI dan Mola TV, Timnas Indonesia vs Vietnam Jam 18.30 Tonton Link Live Streaming di Sini

Sedangkan Nasir dari Partai Golkar tidak terpilih sebagai anggota badan kehormatan, disaat itu secara tiba-tiba, Nasir memukul meja menggunakan tangan sebanyak dua kali, diduga merasa ada salah satu parpol tidak komitmen memilihnya dirinya dalam pemilihan anggota badan kehormatan kemarin.

Bahkan tidak hanya memukul meja sampai dua kali, rupanya nasir terus mengeluarkan kata-kata keras, bahwa
ada partai tidak komitmen dan lain sebagainya.

Sampai akhirnya anggota DPRD Banyuasin Emi Sumitra (PKB) yang berada dekat dengan Nasir, menjadi ikut emosi sampai terjatuh dari tempat duduknya hingga membanting meja.

"Ngomong PKB dak komitmen, kutunjuke kertas itu malah dio minta foto waktu milih cak Suis. Nah aku jawab dak katek. Marah-marah, kusuruh nanyo pimpinan fraksi langsung nepak meja, panggil ketuo fraksi suruh sini ngadep aku lah apo urusan nyo dengan aku wajar dong kalo aku bereaksi," ungkap Emi Sumitra.

Kemudian Nasir dan Emi Sumitra dapat dilerai dan ditenangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, dan rapat paripurna dapat dilanjutkan kembali.

Timnas Indonesia Hadapi Timnas Vietnam, Beto Akui Keunggulan Sang Lawan

Foto Keluarga Kembali Terbongkar, Pria Ini Diduga Suami Via Vallen, Ketahuan Sudah Punya Anak

Ramalan Bintang Cinta Selasa 15 Oktober 2019: Gemini Sedikit Bosan, Cancer & Capricorn Bahagia

Usai itu kegiatan berlangsung kondusif, hingga selesai.

Menanggapi kericuan wakil rakyat saat rapat paripurna yang dihadiri Wakil Bupati H Slamet SH dan para undangan Banyuasin, Ketua Aliansi Masyarakat untuk Institusi (Amunisi) Banyuasin, Efriadi Efendi SH mendukung tindakan yang dilakukan Emi Sumitra, apalagi dalam memperjuangan nasib rakyat.

“Selaku masyarakat akan sangat mendukung penuh,” tegas Efriadi.

Selain itu ia selaku juga masyarakat menilai DPRD di Banyuasin hanya mementingkan diri sendiri tidak memikirkan rakyat.

"Mungkin hanya ada beberapa orang Dewan yang sanggup mengadu argumen demi kepentingan rakyat, selebihnya datang ke kantor saat Paripurna selebihnya entah kemana,” singkatnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved