Ada Retakan di Tubuh Pesawat, 1 Pesawat Garuda dan 2 Pesawat Milik Sriwijaya Air Dilarang Terbang

Ada Retakan di Tubuh Pesawat, 1 Pesawat Garuda Indonesia dan 2 Pesawat Mili Sriwijaya Air Dilarang Terbang

Ada Retakan di Tubuh Pesawat, 1 Pesawat Garuda dan 2 Pesawat Milik Sriwijaya Air Dilarang Terbang
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Ilustrasi: Garuda Indonesia menjadi maskapi dengan penerbangan tepat waktu, Rabu (20/3) 

Ada Retakan di Tubuh Pesawat, 1 Pesawat Garuda Indonesia dan 2 Pesawat Mili Sriwijaya Air Dilarang Terbang

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Karena ditemukan ada retakan di tubuh pesawat, tiga pesawat jenis Boeing 737 NG yang dioperasikan maskapai Indonesia dilarang terbang atau grounding oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Tiga pesawat jenis Boeing 737 NG yang dilarang terbang tersebut yakni satu milik Garuda Indonesia dan dua milik Sriwijaya Air.

Terdapat crack di salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack di dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Hal itu diungkapkan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Avirianto.

Pengoperasian tiga pesawat B737NG yang ditemukan crack atau retakan diberhentikan sampai menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta operator yang mengoperasikan B737NG, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air, untuk memasukkan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003 ke dalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” ujar Avirianto dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Avirianto menambahkan, pihaknya telah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat B737NG agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive.

Instruksi tersebut berupa B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak 11 Oktober 2019.

Lalu, B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1.000 FCN sejak 11 Oktober 2019.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved