Tiga Artis Idap Penyakit Langka, Salah Satunya Meninggal Karena Terlambat Diobati Kenali Gelajanya

Tiga Artis Idap Penyakit Langka, Salah Satunya Meninggal Karena Terlambat Diobati Kenali Gelajanya

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Tiga Artis Idap Penyakit Langka, Salah Satunya Meninggal Karena Terlambat Diobati Kenali Gelajanya 

Dilansir dari nhs.uk, meningitis dapat menyerang segala usia, namun yang paling sering menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah.

Penyakit meningitis akan menjadi serius jika tak ditangani dengan cepat dan bisa menyebabkan keracunan darah yang mengancam jiwa dan mengakibatkan kerusakan permanen pada otak atau saraf.

Gejala dan penyebaran Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Meskipun lebih jarang ditemukan, meningitis bakteri lebih berbahaya dibanding meningitis virus.

Infeksi yang menyebabkan penyakit ini dapat menyebar lewat bersin, batuk, berciuman, berbagi peralatan makan, dan berbagi sikat gigi.

Penyakit meningitis ditandai dengan beberapa gejala, seperti demam tinggi dengan suhu 38 derajat atau lebih, sakit kepala, terdapat ruam yang tidak pudar, leher kaku, tidak menyukai lampu terang, tak responsif atau mengantuk, dan kejang.

Gejala ini tak serta merta muncul secara berurutan.

Selain itu, tidak semua pengidap penyakit meningitis mengalami seluruh gejala tersebut. Vaksinasi Vaksinasi untuk melindungi diri dari meningitis telah tersedia.

Beberapa di antaranya: Vaksin meningitis B, diberikan kepada bayi berusia 8 minggu, diikuti dengan dosis kedua di usia 16 minggu dan booster pada 1 tahun.

Vaksin 6-in-1, diberikan kepada bayi berusia 8 minggu, 12 minggu, dan 16 minggu.

Vaksin pneumokokus, diberikan kepada bayi berusia 8 minggu, 16 minggu, dan 1 tahun Vaksin Hib atau MenC, diberikan kepada bayi berusia 1 tahun.

Vaksin MMR, diberikan kepada bayi berusia 1 tahun, dan dosis kedua pada usia 3 tahun 4 bulan. Vaksin meningitis ACWY, diberikan untuk remaja atau usia mahasiswa.

Perawatan 1. Meningitis bakteri Penderita meningitis bakteri biasanya perlu mendapatkan perawataan di rumah sakit selama beberapa waktu.

Perawatan meningitis bakteri diberikan antibiotik langsung ke pembuluh darah, cairan diberikan langsung ke vena, dan oksigen lewat masker wajah.

Penderita meningitis bakteri yang dirawat dengan cepat dapat sembuh total. Walaupun, beberapa kasus mempunyai masalah serius jangka panjang, seperti gangguan pendengaran, kehilangan penglihatan, masalah konsentrasi, kejang berulang, masalah koordinasi, pergerakan, dan keseimbangan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved