Ulang Tahun Sriwijaya Post Ke 32

Pergerakan Pemuda, Surat Kabar, dan Suluh Kerakyatan

“...dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar”.

Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum. 

Pergerakan Pemuda, Surat Kabar, dan Suluh Kerakyatan

(Untuk Ulang Tahun Sriwijaya Post Ke-32)

Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum.

Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan STIHPADA

“...dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar”.

De­mikian salah satu bagian petikan pernyataan penutup pada naskah Sumpah Pemuda yang di­ba­ca­kan pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II di Batavia.

Mengenai hubungan di antara pergerakan pemuda, surat kabar, dan suluh kebangsaan telah nyata adanya saat beredarnya tu­lis­an seorang pemuda Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara) pada 19 Juli 1913 yang ber­judul Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda).

Pemuda itu memprotes bangsa Belanda, yang akan merayakan dengan meriah seratus tahun kemerdekaannya di negeri ja­jahan.

“Tidakkah terpikirkan bahwa si kuli itu juga ingin kita seperti kita sekarang yang dapat me­rayakan pesta kemerdekaan?”Soewardi menuliskan bahwa “Seandainya aku seorang Belanda, a­ku tidak akan merayakan kemerdekaan di negeri yang kita rampas kemerdekaannya”.
Dari tu­lisan tersebut telah membuat percetakan Harian De Expres digeledah oleh polisi Belanda, se­lanjutnya Soewardi dan Tjipto Mangoenkoesoemo diintrogasi di rumah Asisten Residen Ban­du­ng Johannes Bijleveld.

Mandeg sampai Gie

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved