Kabut Pekat, PAUD Hingga SMA di Lubuklinggau belum Libur, Tunggu Hasil Pengukuran

meskipun kabut asap tebal menyelimuti Kota Lubuklinggau, pelajar sekolah dari PAUD, SD, SMP tidak diliburkan

Kabut Pekat, PAUD Hingga SMA di Lubuklinggau belum Libur, Tunggu Hasil Pengukuran
tribunsumsel/eko
Suasana saat warga Kota Lubuklinggau melintas di jalan Yos Sudarso Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM.COM, LUBUKLINGGAU - Masyarakat Kota Lubuklinggau Senin (14/10) pagi terkejut ketika bangun tidur melihat cuaca mendung seperti mau hujan.

Cuaca mendung itu bukan karena mau hujan, melainkan karena disebabkan oleh kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Namun, meskipun kabut asap tebal menyelimuti Kota Lubuklinggau, pelajar sekolah dari PAUD, SD, SMP tidak diliburkan masih belajar seperti biasa.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Rodi Wijaya meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) apabila kondisi kabut asap semakin membahayakan agar anak-anak sekolah diliburkan.

"Inikan (kabut asap) bencana apabila memang sudah membahayakan untuk anak-anak diharapkan libur" kata Rodi.

Masalah libur sekolah karena kabut asap, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Tamri mengatakan, dalam meliburkan sekolah harus ada dasar yang jelas.

Karena dinas pendidikan tidak ada kompetensi untuk mengomentari masalah kabut asap.

"Kalau ada rujukan dari dinas kesehatan kalau kualitas udara membahayakan baru kita liburkan, untuk sekarang belum ada," paparnya

Dinas pendidikan pun mengaku telah memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah untuk anak-anak diharapkan menggunakan masker saat pergi kesekolah.

"Kalau imbauan sudah kita berikan sejak lama kepada sekolah-sekolah. Karena baru pagi ini yang kabutnya terasa sangat pekat," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Cikwi Faris mengaku telah membagi-bagikan masker kepada para pengguna jalan di Kota Lubuklinggau.

"Pagi tadi kita sudah membagi-bagikan masker, untuk masalah cuaca nanti kita akan melakukan pengukuran cuaca dulu.

Ketika memang bahaya baru kita rekomendasikan libur," katanya.

Cikwi menuturkan, kabut asap di Kota Lubuklinggau hanya terjadi pagi hari, sementara bila siang hari kabutnya perlahan-lahan hilang. Tapi akan dilihat dua hari kedepan apakah makin parah atau tidak.

"Bila makin parah, kita akan mengajukan dan mengirim surat terkait pengukuran ambang batas bahaya ke Palembang. Nanti mereka datang melakukan pengukuran," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved