Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Simpan Sejarah Lubuklinggau, Sayang Kondisinya Sekarang Begini
Museum Subkoss Garuda Sriwijaya merupakan salah satu tempat yang menyimpan cerita sejarah keberadaan Lubuklinggau.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Rindangnya beberapa pohon beringin besar membuat sejuk suasana Museum Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau.
Letaknya berseberangan dengan Masjid Agung Assalam kota setempat.
Meskipun di akhir pekan tak ada aktivitas keramaian di alun-alun museum. Hanya beberapa orang duduk santai dan beristirahat.
Museum Subkoss sendiri tak seperti museum pada umumnya yang terawat dan menjadi destinasi wisata sejarah. Museum Subkoss saat ini layakanya bangunan perjuang yang mencoba bertahan di era modernisasi.
Bangunannya sudah sangat tua dan tak terurus. Cat museum sangat kusam.
Beberapa bagian bangunan pun sudah sangat lapuk karena termakan usia. Minimnya anggaran disebut-sebut sebagai pemicu museum Subkoss tak terawat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Chandra Amprayadi mengatakan museum Subkoss sedikit terlambat dikelola museum negeri.
"Subkoss ini terlambat dibawa ke saya. Kalau dulu sudah di bawah museum negeri sudah lebih dari ini kita buat," katanya saat berkunjung ke kota Lubuklinggau, Minggu (13/10/2019).
Ia mengatakan pengelolaan museum Suksoss saat ini terkendala oleh jumlah pegawai yang sangat terbatas.
Karena hanya ada satu orang PNS dan empat pegawai sukarela.
"Sukarela artinya tidak digaji sama sekali. Sehingga untuk pengembangannya museum Subkoss ini sangat berat.
Apalagi belum ada aturan semacam Perda yang membolehkan Subkoss untuk memberlakukan karcis," ungkapnya.
Museum Subkoss sendiri dibangun untuk melestarikan nilai-nilai juang dan kepahlawanan para pejuang kemerdekaan pada masa revolusi fisik tahun 1947-1949.
Pada waktu itu Kota Lubuklinggau merupakan pusat Pemerintahan sipil dan Pusat Komando Tertinggi TNI untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan yaitu Sub Komando Sumetara Selatan (Subkoss).
Monumen ini dibangun pada tahun 1986 oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas atas prakarsa Gubernur KDH TK.I Sumsel H. Sainan Sagiman, dan diresmikan dengan ditandai penandatanganan Prasasti Monumen oleh Gubernur KDH TK.I Sumatera Selatan H.Sainan Sagiman pada tanggal 13 Februari 1987.
"Selama sebulan kedepan untuk meramaikan pengunjung lagi. Pengelola Museum Subkoss menggelar pameran Temporer yang dapat disaksikan tanpa dipungut sepeserpun tiket masuk," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/museum3.jpg)