Human Interest Story

Lahir di Lahat Nama Prof Emil Salim Diabadikan Nama Jalan

Jalan Prof Emil Salim sendiri merupakan jalan kota Lahat, yang setiap harinya ramai lalu lalang kendaraan.

Lahir di Lahat Nama Prof Emil Salim Diabadikan Nama Jalan
CAPTURE MATA NAJWA TRANS7
VIRAL video detik-detik Arteria Dahlan membentak Emil Salim di Mata Najwa sampai sebut Prof Sesat! 

NAMA Profesor Emil Salim beberapa hari ini viral di media sosial pasca tampil di salah satu stasiun telivisi di acara Mata Najwa. Dalam kesempatan tersebut, Prof Emil Salim tampil dengan beberapa narasumber, salah satunya politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, yang beberapa kali mendebat, membentak dan menunjuk-nunjuk Prof Emil Salim sehingga tayangan tersebut viral, tak terkecuali di media sosial lokal di Kabupaten Lahat, hingga banyak warga Lahat, terkejut dan menyesalkan sikap politisi tersebut.

Bagi generasi milenial, mereka banyak tak mengetahui, jika lelaki di era pemerintahan Presiden Soeharto, beberapa kali menjabat sebagai menteri ini, ternyata Lahir di Kabupaten Lahat.

Sayangnya, tidak banyak warga Lahat, yang kenal dekat dengan Prof Emil Salim. Namun, Prof Emil Salim, pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat yang kini menjadi Santo Yosef Lahat, tahun 1940 hingga 1942. Hal itu dibenarkan Heri susilo SAg, MM, Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Tarakanita Lahat (Santo Yosef). Namun, terang Heri, Prof Emil Salim sendiri tidak sampai selesai mengenyam pendidikan di Lahat, lantaran pindah ikut orang tuanya.

"Ketika Itu masih zaman Belanda, informasi yang kami dapat, beliau ikut orang tuanya di Lahat. Orang tuanya bekerja di PU kala itu," ujar Hery, saat dibincangi Jumat (11/10/2019).

Sementara itu, warga Lahat yang minta namanya tak disebut, menuturkan jika Prof Emil Salim pernah tinggal di Perumahan kereta api Balay Yasa Lahat, bersama orangtuanya.

"Kalau gak salah rumahnya di deratan satu atau nomor dua di perumahan Balay Yasa. Jika kita dari dari arah simpang empat Pasar Lematang, Lahat," kata ibu warga Kelurahan Kota Baru, Lahat.

Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Emil Salim, namanya sendiri diabadikan sebagai nama jalan protokol Kota Lahat, persisnya di kelurahan RDPJKA dan Kelurahan Gunung Gajah Lahat. Jalan Prof Emil Salim sendiri merupakan jalan kota Lahat, yang setiap harinya ramai lalu lalang kendaraan. Sementara, disisi kiri dan kanan jalan sepanjang satu kilo tersebut terdapat rumah warga, pertokohan, perkantoran dan perumahan Balay Yasa.

"Yang saya tahu, beliau itu menteri di era presiden Soeharto. Yang pasti kita sangat bangga karena beliau lahir di Lahat," ujar Iskandar Hanafi, warga Lahat.

Sementara itu, dikutip dari Wikipedia Prof. Dr. Emil Salim lahir di Lahat, Sumatra Selatan, 8 Juni 1930. Ia adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil juga merupakan salah seorang di antara sedikit tokoh Indonesia yang berperan internasional. Ia adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia.

Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah organisasi non-pemerintah (bahasa Inggris: Non-Government Organisation) yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. (cr22)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved