Tiga Kecamatan Lokasi Harta Karun

Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Balar Sumsel, Budi Wiyana mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di 3 kecamatan OKI.

Tiga Kecamatan Lokasi Harta Karun
tribunsumsel.com/nando
Perhiasan emas motif ikan ditemukan masyarakat di Kecamatan cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan September 2019 silam. 

PALEMBANG, SRIPO -- Ditengah musim kemarau yang melanda wilayah Sumatera Selatan, baru ini warga heboh berbondong-bondong mencari harta karun seperti emas di kecamatan Cengal, Ogan Komering Ilir (OKI). Dari informasi yang dihimpun, menurut warga temuan emas tersebut merupakan peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya pada masa itu.

Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Balar Sumsel), Budi Wiyana mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di 3 kecamatan OKI, termasuk di Cengal.

"Ada tiga kecamatan yang menjadi pusat penelitian Sejarah di OKI, yaitu Air Sugihan, Tulung Selapan, dan Cengal dengan 14 situs yang diteliti," terang Budi, Kamis (10/10/2019).

Lanjutnya, Kecataman Cengal yang kini diramai dikunjungi warga dalam mencari barang kuno layaknya harta karun tersebut, bukan lah tempat yang paling lama dilakukan penelitian oleh Balar Sumsel melainkan di Air Sugihan.

"Di Cengal, Tulung Selapan baru kita lakukan penelitian tahun 2015 sampai 2018, hanya empat tahun, karena situsnya tidak sebanyak di Air Sugihan karena penelitian di Air Sugihan sudah dilakukan sejak tahun 2006 sampai Agustus kemarin,” ungakapnya.

"Pada tahun 2015 Balar Sumsel melakukan survey di dua kecamatan OKI antara lain, Tulung Selapan dan Cengal, sedangkan eskavasi mulai dilakukan tahun 2016 di Dusun Pasir Desa Ulak Kedondong (Cengal), sedangkan 2017, 2018 melakukan penelitian beberapa desa di Tulung Selapan dan 2019 terakhir ke Air Sugihan," tambahnya.

Dalam penelitian itu, pihaknya menemukan papan perahu, tempayan di Dusun Pasir, Desa Ulak Kedondong, Tulung Selapan.

Sementara itu, terkait penemuan emas oleh Warga Cengal, pihaknya juga masih mempertanyakan apakah penemuan barang kuno itu memang dari zaman Sriwijaya atau bukan.

"Karena belum ada kajiannya, apakah Benar dari zaman Sriwijaya, kita harus lihat konteksnya, kita bisa pastikan umurnya, kalau abad ke 9 itu artinya masa Sriwijaya,” pungkasnya. (cr11)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved